Dorongan Jokowi Jadi Sekjen PBB Dinilai Terlalu Terburu-buru

loading...
Dorongan Jokowi Jadi Sekjen PBB Dinilai Terlalu Terburu-buru
Dorongan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dinilai terlalu terburu-buru. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Dorongan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dinilai terlalu terburu-buru. Adapun dorongan itu dari Pianis Ananda Sukarlan menyikapi Pidato Presiden Jokowi dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB pada Rabu 23 September 2020.

Dorongan dari Ananda Sukarlan itu pun didukung sebagian netizen, termasuk Musikus Addie MS. "Ramainya di sosial media soal Jokowi The Next Presiden pasca pidato di forum PBB saya kira terjadi pembelahan dua kubu," ujar Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Minggu (27/9/2020). (Baca juga: Wacana Jokowi Jadi Sekjen PBB, Pengamat: Jabatan Presiden Masih 4 Tahun Lagi)

Arif mengatakan ada yang mendukung karena pidato Presiden Jokowi dianggap tegas dan lugas, namun ada pula yang tidak setuju karena dianggap biasa-biasa saja. "Di negara demokratis, tentu pendapat menjadi hak setiap warga negara sehingga pro dan kontra tersebut biasa saja," jelasnya.

Tetapi, lanjut Arif, yang tidak kalah penting sejatinya bagi bangsa ini adalah bagaimana pemerintah hari ini yang dipimpin Jokowi bisa berhasil dalam menyelesaikan aneka masalah domestik seperti kemiskinan, pengangguran, pencegahan COVID-19 dan sebagainya.



"Bagi saya, dukungan menjadi Sekjen PBB terlalu buru-buru. Presiden Jokowi idealnya bisa membuktikan dirinya bisa memimpin dengan baik, mencapai janji kampanye dan target-target yang telah dicanangkan. Jika itu terbukti baru kita dorong menjadi Sekjen PBB," tutur Arif. (Baca juga: Jokowi Disebut The Next Sekjen PBB, Media Sosial Banjir Komentar)

Di samping itu, dia menilai ramainya isu di media sosial tersebut bisa disebut hanya wacana sesaat merespons pidato Presiden Jokowi. "Karena ada yang lebih penting yaitu menyelesaikan masalah domestik," pungkasnya.
(kri)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top