PKS Minta APBN 2021 Fokus Pada Kesehatan dan Dampak Ekonomi-Sosial

Jum'at, 25 September 2020 - 18:24 WIB
loading...
PKS Minta APBN 2021...
PKS meminta RUU APBN Tahun 2021 fokus pada penanggulangan pagebluk Covid-19. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Rancangan Undang-Undang Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun 2021 fokus pada penanggulangan pagebluk Covid-19 . Alasannya, menurut politisi PKS Sukamta, banyak ahli epidemiologi menilai puncak pandemi baru akan berlangsung pada 2021. Penanganan pagebluk COVID-19 pun masih terlihat lambat.

"Dengan prediksi seperti itu sangat wajar jika RUU APBN 2021 perlu mengalokasikan belanja yang cukup untuk sektor kesehatan. Juga pemulihan ekonomi yang utamanya untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Jumat (25/9/2020).

Anggota Badan Anggaran (Banggar) itu mengungkapkan alokasi anggaran kesehatan sebesar Rp169,7 triliun. Jumlahnya itu 6,2% dari total anggaran Rp2.750 triliun. Jika dirinci, anggaran kesehatan itu terbagi dua, yakni Rp130,7 triliun untuk pusat dan Rp39,1 triliun untuk daerah. (Baca juga: Prioritas RAPBN 2021 Bukan untuk Kesehatan, Jangan Ngarep Ekonomi Tumbuh 5,5% )

"Anggaran ini rasanya belum memadai dengan melihat risiko pagebluk yang masih besar. Mestinya, anggaran kesehatan ini ditingkatkan untuk mengatasi pagebluk," tutur politikus asal daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.

Dia mengingatkan pemerintah jangan hanya mengandalkan jurus pengadaan vaksin untuk mengatasi pagebluk ini. Banyak ahli menyatakan vaksin bukan satu-satunya cara meredam penyebaran virus Sars Cov-II.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Dorong Pendidikan Bermutu,...
Dorong Pendidikan Bermutu, PKS Salurkan Bantuan dan Apresiasi Guru Inspiratif
Almuzzammil: Milad ke-24...
Almuzzammil: Milad ke-24 PKS Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi
Respons Usulan KPK,...
Respons Usulan KPK, PKS Akui Sudah Batasi Masa Jabatan Ketum Maksimal 2 Periode
KPK Usul Masa Jabatan...
KPK Usul Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi 2 Periode, Mulyanto PKS: Penting Dibahas
Peduli Keselamatan Pemudik,...
Peduli Keselamatan Pemudik, PKS Dirikan Posko Pelayanan Mudik Gratis
Pimpin PKS Jabar, Abah...
Pimpin PKS Jabar, Abah Iwan: Pelayanan, Advokasi, dan Keberpihakan Adalah Napas Perjuangan Kita
Legawa Hasil Pilkada...
Legawa Hasil Pilkada Jakarta, PKS: Semoga Pemimpin Baru Melayani Rakyat
Rekomendasi
Makin Panas, Kuasa Hukum...
Makin Panas, Kuasa Hukum Ruben Onsu Sebut Permintaan Maaf Sarwendah Tidak Tulus
Jessica Janie Ungkap...
Jessica Janie Ungkap Kunci Lolos Miss Indonesia 2026, Jadi Diri Sendiri dan Jangan Menyerah
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Berita Terkini
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved