Misbakhun Sebut Sri Mulyani Berani dan Jujur soal Resesi
Jum'at, 25 September 2020 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
"Saya yakin pemerintahan Presiden Jokowi bisa membawa kita keluar dari situasi sulit seperti saat ini. Pemerintah juga akan terus melaksanakan program-program bantuan sosial sebagai bentuk kehadiran negara ketika rakyat sedang susah karena pandemi," katanya.
Dalam pengamatan Misbakhun, selama ini pemerintah telah berupaya keras dalam membantu masyarakat di masa pandemi. Menurutnya, bantuan sosial dalam berbagai bentuk itu juga untuk mempertahankan konsumsi dan menjaga daya beli. "Pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat. Saya lihat pemerintah juga mampu menjamin ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau di masa sulit sekarang ini," ujarnya.
Karena itu, Misbakhun mengharapkan semua pihak tetap optimistis bahwa Indonesia akan mampu keluar dari situasi sulit akibat pandemi Covid-19. "Semoga dengan berbagai upaya dan kebijakan yang tepat dari pemerintah, kita bisa keluar dari kondisi perekonomian yang sulit ini," katanya.
Sebelumnya, Sri Mulyani menyatakan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun ini akan tumbuh negatif di kisaran -2,9% hingga -1,1%. Menurutnya, kondisi itu berpotensi berlanjut pada Kuartal IV.
"Negative territory kemungkinan akan terjadi pada Kuartal III dan juga masih akan berlangsung Kuartal IV yang kita upayakan untuk bisa dekati nol atau positif," katanya saat menyampaikan paparan APBN pada Selasa (22/9/2020).
Dalam pengamatan Misbakhun, selama ini pemerintah telah berupaya keras dalam membantu masyarakat di masa pandemi. Menurutnya, bantuan sosial dalam berbagai bentuk itu juga untuk mempertahankan konsumsi dan menjaga daya beli. "Pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat. Saya lihat pemerintah juga mampu menjamin ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau di masa sulit sekarang ini," ujarnya.
Karena itu, Misbakhun mengharapkan semua pihak tetap optimistis bahwa Indonesia akan mampu keluar dari situasi sulit akibat pandemi Covid-19. "Semoga dengan berbagai upaya dan kebijakan yang tepat dari pemerintah, kita bisa keluar dari kondisi perekonomian yang sulit ini," katanya.
Sebelumnya, Sri Mulyani menyatakan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun ini akan tumbuh negatif di kisaran -2,9% hingga -1,1%. Menurutnya, kondisi itu berpotensi berlanjut pada Kuartal IV.
"Negative territory kemungkinan akan terjadi pada Kuartal III dan juga masih akan berlangsung Kuartal IV yang kita upayakan untuk bisa dekati nol atau positif," katanya saat menyampaikan paparan APBN pada Selasa (22/9/2020).
(nbs)
Lihat Juga :