Nikmatnya Serabi Kelapa Parut, Kuliner Tradisional Khas Desa Tambakboyo Batang
Kamis, 24 September 2020 - 06:40 WIB
loading...
Bupati Batang Wihaji bersama kepala OPD menikmati kuliner serabi Desa Tambakboyo Kecamatan Reban. FOTO : Istimewa
A
A
A
BATANG - Makanan tradisional khas Desa Tambakboyo, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, yang satu ini sudah melegenda dan disukai banyak orang. Terutama bagi warga Batang, Pekalongan dan sekitarnya. Tidak hanya masyarakat biasa yang suka tapi orang nomor satu di Kabupaten Batang juga sangat mengidolakannya.
Makanan khas tradisional tersebut adalah serabi kelapa parut yang bentuknya besar, tebal serta rasanya gurih dan manis.Olahan yang berbahan dasar tepung beras dan santan menjadi legendaris, karena proses pembuatannya masih menggunakan alat tradisional seperti tungku wajan dari tanah liat. Proses pemasakannya pun masih nenggunakan kayu bakar guna menjaga kelestarian cita rasa.
"Saya kalau ke sini pasti cari serabi. Ini kesukaan saya keaslian rasanya berkarakter," kata Bupati Batang Wihaji, saat mampir di kedai kuliner Desa Tambakboyo Reban.
Menurutnya, serabi Tambakboyo harus dikembangkan karena sebagai kekuatan desa untuk memajukan perekonomian serta asset jajanan tradisional khas Batang juga tetap ada.
Selain itu, untuk mengembangkan usaha bagi para pelaku UMKM Pemda sudah membuat program pinjaman lunak, bukan bantuan. "Pemkab ada pinjaman lunak, kalau pinjaman ada semangat mengembalikan kalau bantuan biasanya tidak jadi. Besaran pinjaman sekitar Rp5 juta tanpa agunan dan bunganya rendah 7 persen melalui BKK dan BPR Bappera,"sebutnya.
Makanan khas tradisional tersebut adalah serabi kelapa parut yang bentuknya besar, tebal serta rasanya gurih dan manis.Olahan yang berbahan dasar tepung beras dan santan menjadi legendaris, karena proses pembuatannya masih menggunakan alat tradisional seperti tungku wajan dari tanah liat. Proses pemasakannya pun masih nenggunakan kayu bakar guna menjaga kelestarian cita rasa.
"Saya kalau ke sini pasti cari serabi. Ini kesukaan saya keaslian rasanya berkarakter," kata Bupati Batang Wihaji, saat mampir di kedai kuliner Desa Tambakboyo Reban.
Menurutnya, serabi Tambakboyo harus dikembangkan karena sebagai kekuatan desa untuk memajukan perekonomian serta asset jajanan tradisional khas Batang juga tetap ada.
Selain itu, untuk mengembangkan usaha bagi para pelaku UMKM Pemda sudah membuat program pinjaman lunak, bukan bantuan. "Pemkab ada pinjaman lunak, kalau pinjaman ada semangat mengembalikan kalau bantuan biasanya tidak jadi. Besaran pinjaman sekitar Rp5 juta tanpa agunan dan bunganya rendah 7 persen melalui BKK dan BPR Bappera,"sebutnya.
Lihat Juga :