Tak Mampu Berobat, Bupati Wihaji Bantu Warga Penderita Kanker Getah Bening
Selasa, 22 September 2020 - 15:43 WIB
loading...
Bupati Batang Wihaji saat menyambangi warga Dukuh Banaran Desa Reban yang tergolek sakit kanker getah bening. FOTO : Istimewa
A
A
A
BATANG - Sehat memang mahal harganya, tapi ternyata sakit lebih mahal harganya. Kondisi tersebut dialami Bejo (42) warga Dukuh Banaran, Desa Reban yang sudah setahun ini tergolek sakit kanker getah bening di lehernya.
Sebelum sakit, slama ini Bejo menjadi tulang punggung keluarga. Ia bekerja serabutan untuk menghidupi Istri, ibu kandung dan satu anaknya. Sejak ia sakit, keluarganya menggantungkan hidup sehari-hari dari belas kasihan tetangga untuk mencukupi kebutuhan makan.
Tidak hanya itu, rumah yang dihuninya pun jauh dari kata layak. Atap rumah yang terlihat bolong-bolong menjadi langganan bocor saat hujan tiba.
Walaupun akses pengobatanya sudah mendapatkan jaminan kesehatan dari Pemerintah. Bejo yang harus kontrol ke Rumah Sakit Dr Kariadi di Semarang tiap bulannya karena keterbatasan keuangan, Ia pun kerap kali mengurungkan niatnya untuk berobat demi penyembuhan sakitnya.
Lasmah (40) istrinya yang setia mendampingi mengatakan, awalnya hanya sakit tenggorokan yang terus membengkak. Dari hasil diagnosa dokter ada kanker getah bening dan setelah dioperasi di RSUP Dr Kariadi Semarang, lehernya diberi alat bantu selang.
"Alat bantu selang di lehernya berfungsi untuk bernapas dan makan minum, karena tenggorokan," ungkapnya. Ia menambahkan seharusnya penanganan lebih lanjut dilakukan kemoterapi.
"Ya karena belum memiliki uang transport dan biaya hidupnya dengan terpaksa belum menjalani kemoterapi," ucap Lasmah.
Sebelum sakit, slama ini Bejo menjadi tulang punggung keluarga. Ia bekerja serabutan untuk menghidupi Istri, ibu kandung dan satu anaknya. Sejak ia sakit, keluarganya menggantungkan hidup sehari-hari dari belas kasihan tetangga untuk mencukupi kebutuhan makan.
Tidak hanya itu, rumah yang dihuninya pun jauh dari kata layak. Atap rumah yang terlihat bolong-bolong menjadi langganan bocor saat hujan tiba.
Walaupun akses pengobatanya sudah mendapatkan jaminan kesehatan dari Pemerintah. Bejo yang harus kontrol ke Rumah Sakit Dr Kariadi di Semarang tiap bulannya karena keterbatasan keuangan, Ia pun kerap kali mengurungkan niatnya untuk berobat demi penyembuhan sakitnya.
Lasmah (40) istrinya yang setia mendampingi mengatakan, awalnya hanya sakit tenggorokan yang terus membengkak. Dari hasil diagnosa dokter ada kanker getah bening dan setelah dioperasi di RSUP Dr Kariadi Semarang, lehernya diberi alat bantu selang.
"Alat bantu selang di lehernya berfungsi untuk bernapas dan makan minum, karena tenggorokan," ungkapnya. Ia menambahkan seharusnya penanganan lebih lanjut dilakukan kemoterapi.
"Ya karena belum memiliki uang transport dan biaya hidupnya dengan terpaksa belum menjalani kemoterapi," ucap Lasmah.
Lihat Juga :