Akui Salah, Ustaz Alfian Tanjung Akhirnya Berdamai dengan GP Ansor
Rabu, 23 September 2020 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
"Ini kita juga menerima permintaan maaf karena sesungguhnya kita ingin kehidupan yang tetap rukun, damai. Apalagi kita ini disatukan oleh satu pandangan keagamaan yang sama, satu bangsa yang sama. Sehingga, islah menjadi dasar kita untuk melakukan perjanjian perdamaian," katanya.
Adung mengatakan bahwa sejak 1965 bahkan sebelumnya, NU punya sholawat badar yang digunakan untuk melawan pemberontakan PKI dan terus dikumandangkan sampai sekarang sebagai bentuk kewaspadaan.
"Pernyataan Ustadz Alfian Tanjung waktu itu tentu membuat gerah, membuat marah karena selama ini sejak 1965 sampai sekarang, kita selalu mengembangkan kewaspadaan dan itu diwujudkan dengan membaca sholawat badar dimana-mana," katanya.
Menurutnya, konferensi pers bersama ini juga menjadi pelajaran sesama warga bangsa untuk saling menghormati dan menjaga hubungan baik.
Diketahui, Alfian Tanjung selama ini kerap menjadikan PKI sebagai salah satu materi pembicaraan. Terakhir, yang kemudian berbuah somasi dari LBH Ansor PP GP Ansor adalah pernyataannya yang menyebut anak keturunan PKI menjadi pengurus Banser.
"Karena dulu yang membunuh ulama itu adalah Pemuda Rakyat PKI, ketika terjadi serangan balik oleh Banser, Banser membunuh orang-orang PKI, maka tidak semua orang-orang PKI itu tidak diselesaikan terutama yang tokoh-tokohnya. Akibatnya tokoh-tokoh PKI masa lalu punya anak, punya cucu jadi pengurus Banser," ujar Alfian dalam video yang beredar. Pernyataan tersebut kemudian disomasi oleh LBH NU hingga akhirnya kini berujung damai oleh kedua belah pihak.
Adung mengatakan bahwa sejak 1965 bahkan sebelumnya, NU punya sholawat badar yang digunakan untuk melawan pemberontakan PKI dan terus dikumandangkan sampai sekarang sebagai bentuk kewaspadaan.
"Pernyataan Ustadz Alfian Tanjung waktu itu tentu membuat gerah, membuat marah karena selama ini sejak 1965 sampai sekarang, kita selalu mengembangkan kewaspadaan dan itu diwujudkan dengan membaca sholawat badar dimana-mana," katanya.
Menurutnya, konferensi pers bersama ini juga menjadi pelajaran sesama warga bangsa untuk saling menghormati dan menjaga hubungan baik.
Diketahui, Alfian Tanjung selama ini kerap menjadikan PKI sebagai salah satu materi pembicaraan. Terakhir, yang kemudian berbuah somasi dari LBH Ansor PP GP Ansor adalah pernyataannya yang menyebut anak keturunan PKI menjadi pengurus Banser.
"Karena dulu yang membunuh ulama itu adalah Pemuda Rakyat PKI, ketika terjadi serangan balik oleh Banser, Banser membunuh orang-orang PKI, maka tidak semua orang-orang PKI itu tidak diselesaikan terutama yang tokoh-tokohnya. Akibatnya tokoh-tokoh PKI masa lalu punya anak, punya cucu jadi pengurus Banser," ujar Alfian dalam video yang beredar. Pernyataan tersebut kemudian disomasi oleh LBH NU hingga akhirnya kini berujung damai oleh kedua belah pihak.
(dam)
Lihat Juga :