Akui Salah, Ustaz Alfian Tanjung Akhirnya Berdamai dengan GP Ansor
Rabu, 23 September 2020 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
Persetujuan perjanjian damai tersebut telah dibacakan kedua belah pihak dan masing-masing memahami dan menyetujui isi perjanjian tersebut.(Baca juga: Ditanya Lebih Enak Jadi Wapres Zaman SBY atau Jokowi, JK Bilang Begini ).
Dalam konferensi pers tersebut, Alfian Tanjung menyatakan bahwa apa yang ditulis dalam surat perjanjian damai tersebut sudah sesuai. "Tentunya kata maaf adalah bagian yang harus saya kemukakan sebagai wujud kesadaran," ungkapnya.
Alfian mengatakan, ada bagian tertentu dari hal-hal yang pernah dia ucapkan yang dianggap tidak berkenan dan telah diproses. Dia menyebut, kesepakatan damai tersebut sebagai sebuah sikap mental yang positif dari kedua belah pihak.
"Saya sebagai orang yang digugat oleh teman-teman dari GP Ansor, permohonan maaf saya secara keseluruhan kepada teman-teman GP Ansor maupun kepada seluruh keluarga besar NU," katanya.(Baca juga: Berpidato di Sidang Umum PBB, Jokowi Soroti Masalah Kedaulatan Wilayah )
Dia juga mengaku bahwa pejuang yang paling dikenal dalam perlawanan terhadap pemberontakan berdarah PKI adalah para pemuda Ansor.
"Hal-hal yang telah dituliskan dan disepakati buat saya pilihannya adalah mengucapkan ucapan taklif, proses persahabatan sesama muslim. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, dan orang-orang yang bersaudara itu saling memperbaiki hubungannya apabila ada yang sedikit kurang pas atau ada gangguan komunikasi atau ada ucapan-ucapan yang kurang berkenan," katanya.
Sementara itu, Sekjen GP Ansor Adung Abdurrahman mewakili penggugat sekaligus Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, setelah mendengarkan dan mendapatkan penjelasan atas permohonan maaf dari Alfian Tanjung yang disampaikan lewat lisan dan disetujui secara tertulis melalui perjanjian perdamaian, sebagai sesama muslim dan sesama warga bangsa Indonesia, pihaknya menerima permintaan maaf tersebut.
Dalam konferensi pers tersebut, Alfian Tanjung menyatakan bahwa apa yang ditulis dalam surat perjanjian damai tersebut sudah sesuai. "Tentunya kata maaf adalah bagian yang harus saya kemukakan sebagai wujud kesadaran," ungkapnya.
Alfian mengatakan, ada bagian tertentu dari hal-hal yang pernah dia ucapkan yang dianggap tidak berkenan dan telah diproses. Dia menyebut, kesepakatan damai tersebut sebagai sebuah sikap mental yang positif dari kedua belah pihak.
"Saya sebagai orang yang digugat oleh teman-teman dari GP Ansor, permohonan maaf saya secara keseluruhan kepada teman-teman GP Ansor maupun kepada seluruh keluarga besar NU," katanya.(Baca juga: Berpidato di Sidang Umum PBB, Jokowi Soroti Masalah Kedaulatan Wilayah )
Dia juga mengaku bahwa pejuang yang paling dikenal dalam perlawanan terhadap pemberontakan berdarah PKI adalah para pemuda Ansor.
"Hal-hal yang telah dituliskan dan disepakati buat saya pilihannya adalah mengucapkan ucapan taklif, proses persahabatan sesama muslim. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, dan orang-orang yang bersaudara itu saling memperbaiki hubungannya apabila ada yang sedikit kurang pas atau ada gangguan komunikasi atau ada ucapan-ucapan yang kurang berkenan," katanya.
Sementara itu, Sekjen GP Ansor Adung Abdurrahman mewakili penggugat sekaligus Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, setelah mendengarkan dan mendapatkan penjelasan atas permohonan maaf dari Alfian Tanjung yang disampaikan lewat lisan dan disetujui secara tertulis melalui perjanjian perdamaian, sebagai sesama muslim dan sesama warga bangsa Indonesia, pihaknya menerima permintaan maaf tersebut.
Lihat Juga :