Arab Saudi Kembali Buka Umrah, Wakil Rakyat Senang
Rabu, 23 September 2020 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi kita tentu sangat bergembira karena kebutuhan jamaah muslim sedunia akan terjawab, sekalipun terbatas. Itu akan mengurangi antrean. Jadi ada harapan lah kalau sudah dibuka. Ya umpamanya begini, ada orang yang sudah lama berharap akan melaksanakan umrah, kalau sudah dibuka gini, ada harapan, kalau nggak bisa bulan depan, ya bulan depannya lagi, ada harapan," urainya.
Bagi agen perjalanan, dengan adanya kabar baik ini, mereka sudah bisa mulai mengatur kembali usahanya. Sebab selama ini sudah banyak jamaah yang sebenarnya sudah tahap berangkat, namun tidak bisa diberangkatkan. Bahkan, saat penghentian mendadak oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, beberapa bulan lalu, sebagian jamaah ada yang sudah di-issued tiket keberangkatannya, ada pula yang sudah di bandara. Sebagian lainnya bahkan ada yang sudah sampai di Arab Saudi. "Untuk mengatur itu semua tidak mudah. Kalau lama-lama seperti itu, modalnya habis dan termakan oleh lambannya pemberangkatan," katanya.
Diketahui, Pemerintah Arab Saudi akan mulai mengizinkan jamaah untuk melakukan umrah secara bertahap, sambil mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan keputusan itu diambil setelah menilai perkembangan virus corona dan sebagai tanggapan atas keinginan umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan ritual tersebut.
Tahap pertama akan mencakup mengizinkan warga negara dan ekspatriat dari dalam Kerajaan untuk melakukan umrah dengan kapasitas 30 persen mulai 4 Oktober. Ini setara dengan 6.000 jamaah per hari. Fase kedua akan meningkatkan kapasitas Masjidil Haram menjadi 75 persen, yang akan mencakup 15.000 jamaah dan 40.000 jamaah per hari mulai 18 Oktober.
Pada tahap ketiga, jamaah dari luar negeri akan diizinkan untuk melakukan umrah mulai 1 November dengan kapasitas penuh 20.000 jamaah dan 60.000 jemaah per hari. Tahap keempat akan membuat Masjidil Haram kembali normal, ketika semua risiko Covid-19 telah hilang.
Bagi agen perjalanan, dengan adanya kabar baik ini, mereka sudah bisa mulai mengatur kembali usahanya. Sebab selama ini sudah banyak jamaah yang sebenarnya sudah tahap berangkat, namun tidak bisa diberangkatkan. Bahkan, saat penghentian mendadak oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, beberapa bulan lalu, sebagian jamaah ada yang sudah di-issued tiket keberangkatannya, ada pula yang sudah di bandara. Sebagian lainnya bahkan ada yang sudah sampai di Arab Saudi. "Untuk mengatur itu semua tidak mudah. Kalau lama-lama seperti itu, modalnya habis dan termakan oleh lambannya pemberangkatan," katanya.
Diketahui, Pemerintah Arab Saudi akan mulai mengizinkan jamaah untuk melakukan umrah secara bertahap, sambil mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan keputusan itu diambil setelah menilai perkembangan virus corona dan sebagai tanggapan atas keinginan umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan ritual tersebut.
Tahap pertama akan mencakup mengizinkan warga negara dan ekspatriat dari dalam Kerajaan untuk melakukan umrah dengan kapasitas 30 persen mulai 4 Oktober. Ini setara dengan 6.000 jamaah per hari. Fase kedua akan meningkatkan kapasitas Masjidil Haram menjadi 75 persen, yang akan mencakup 15.000 jamaah dan 40.000 jamaah per hari mulai 18 Oktober.
Pada tahap ketiga, jamaah dari luar negeri akan diizinkan untuk melakukan umrah mulai 1 November dengan kapasitas penuh 20.000 jamaah dan 60.000 jemaah per hari. Tahap keempat akan membuat Masjidil Haram kembali normal, ketika semua risiko Covid-19 telah hilang.
(zik)
Lihat Juga :