NU dan Arsitektur Peradaban Abad Kedua
Senin, 27 Juli 2026 - 13:18 WIB
loading...
A
A
A
Pada akhirnya, saya percaya bahwa tantangan terbesar NU pada abad keduanya bukanlah bagaimana mempertahankan kebesarannya, melainkan bagaimana memastikan bahwa kebesaran tersebut tetap relevan bagi masa depan.
Seratus tahun yang lalu, para muassis NU mewariskan kepada kita sebuah rumah besar bernama Nahdlatul Ulama. Hari ini, rumah itu telah tumbuh menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di dunia. Tetapi sejarah belum selesai ditulis.
Seratus tahun berikutnya sedang menunggu untuk ditentukan oleh generasi kita sendiri. Akankah NU hanya dikenang sebagai organisasi Islam terbesar yang pernah dimiliki Indonesia? Ataukah NU akan tumbuh menjadi salah satu mercusuar peradaban dunia yang berhasil menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia?
Jawaban atas pertanyaan itu tidak terletak pada besarnya organisasi yang kita miliki hari ini, melainkan pada keberanian kita untuk terus belajar, melakukan regenerasi, dan menghadirkan gagasan yang dibutuhkan zaman. Sebab pada akhirnya, dunia tidak pernah bertanya seberapa besar sebuah organisasi.
Dunia hanya akan mengingat satu hal: seberapa besar manfaat yang berhasil diberikan kepada umat manusia. Dan mungkin, di situlah sesungguhnya makna terdalam dari khidmah NU pada abad keduanya.
Seratus tahun yang lalu, para muassis NU mewariskan kepada kita sebuah rumah besar bernama Nahdlatul Ulama. Hari ini, rumah itu telah tumbuh menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di dunia. Tetapi sejarah belum selesai ditulis.
Seratus tahun berikutnya sedang menunggu untuk ditentukan oleh generasi kita sendiri. Akankah NU hanya dikenang sebagai organisasi Islam terbesar yang pernah dimiliki Indonesia? Ataukah NU akan tumbuh menjadi salah satu mercusuar peradaban dunia yang berhasil menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia?
Jawaban atas pertanyaan itu tidak terletak pada besarnya organisasi yang kita miliki hari ini, melainkan pada keberanian kita untuk terus belajar, melakukan regenerasi, dan menghadirkan gagasan yang dibutuhkan zaman. Sebab pada akhirnya, dunia tidak pernah bertanya seberapa besar sebuah organisasi.
Dunia hanya akan mengingat satu hal: seberapa besar manfaat yang berhasil diberikan kepada umat manusia. Dan mungkin, di situlah sesungguhnya makna terdalam dari khidmah NU pada abad keduanya.
(poe)
Lihat Juga :