Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:55 WIB
loading...
A A A
Data selalu hadir di latar belakang. Pengguna belum tentu mengikuti semua rekomendasi perangkat, tetapi informasi tersebut telah menjadi bagian dari cara mereka melihat kondisi tubuh.

Seseorang mungkin membuka aplikasi kesehatan setiap pagi tanpa merasa sedang melakukan sesuatu yang istimewa. Aktivitas itu telah berubah menjadi kebiasaan otomatis.

Kondisi ini relatif umum ditemukan pada pengguna dari berbagai generasi. Teknologi seolah menghilang dari perhatian karena telah menyatu dengan rutinitas.

Kedua, mengambil keputusan dari data. Pola kedua disebut Living from Data atau hidup berdasarkan data.
Dalam pola ini, pengguna mulai menggunakan skor dari perangkat sebagai dasar untuk menentukan kapan harus bekerja, berolahraga, beristirahat, atau memperlambat aktivitas. Masalah muncul ketika angka dianggap lebih sah daripada pengalaman tubuh sendiri.

Seorang partisipan mengaku terkadang lebih mempercayai angka pada smartwatch dibandingkan penilaiannya sendiri. Partisipan lain merasa produktif karena perangkat menyatakan bahwa ia telah cukup bergerak.

Ada pula pengguna yang baru mengizinkan dirinya beristirahat setelah smartwatch menunjukkan tingkat stres yang tinggi. Bagi pengguna tersebut, data terasa seperti “izin” untuk memperlambat ritme aktivitas.
Kondisi itu menunjukkan bahwa rasa lelah atau stres tidak lagi langsung dipercaya. Sensasi tubuh seperti harus menunggu konfirmasi dari algoritma sebelum dianggap benar.

Ketiga, hidup bersama algoritma. Pola ketiga adalah Living with Algorithm atau hidup bersama algoritma.
Hubungan ini lebih bersifat negosiasi. Pengguna tidak menolak teknologi, tetapi juga tidak mematuhinya secara penuh. Mereka memilih fitur yang dianggap bermanfaat, mematikan notifikasi yang menimbulkan tekanan, dan mengabaikan rekomendasi tertentu ketika tidak sesuai dengan kebutuhan pribadi.

Dalam penelitian tersebut, seorang pengguna menggambarkan relasinya dengan smartwatch seperti “bernegosiasi dengan pasangan”. Ia mematikan fitur kompetisi sosial, tetapi tetap menggunakan fungsi pemantauan kesehatan.

Pengguna lain mengikuti rekomendasi perangkat selama bekerja, tetapi tidak ketika sedang bersama keluarga. Artinya, algoritma diberi ruang untuk membantu, tetapi tidak dibiarkan menguasai seluruh bagian kehidupan.

Pola ini memperlihatkan hubungan yang relatif sehat. Pengguna tetap memperoleh manfaat dari teknologi sambil mempertahankan hak untuk menilai, memilih, dan menentukan batas.

Keempat, menjadi diri yang dinilai algoritma. Pola paling intens disebut Living as Algorithmic Being atau hidup sebagai manusia algoritmik. Dalam kondisi ini, angka tidak lagi sekadar menggambarkan aktivitas. Angka mulai digunakan untuk menentukan identitas, nilai diri, dan makna sebuah hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Rekomendasi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Mengapa Al-Quran Tidak...
Mengapa Al-Qur'an Tidak Menyebut Dajjal? Ini Penjelasan dan Hikmah di Baliknya
Berita Terkini
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
Wamendagri: Indonesia...
Wamendagri: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved