Satgas: Kami Tak Tolerir Aktivitas Politik Timbulkan Kerumunan
Selasa, 22 September 2020 - 20:32 WIB
loading...
Massa pendukung salah satu paslon berkerumun saat mendaftar ke KPU NTB, beberapa waktu lalu. Foto/Inews TV/Hari Kasiadi
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan pelaksanaan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pilkada serentak 2020 telah diatur di dalam PKPU No 6/2020, di mana protokol kesehatan dilakukan secara ketat.
"Di mana keterlibatan, baik pelaksana langsung seperti KPU dan badan pengawasnya seperti Bawaslu serta perizinan Satgas dan dinas Kesehatan setempat serta pengawasan dari bantuan tenaga ketahanan dan keamanan ini dilakukan dengan ketat," katanya dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (22/9/2020).
Wiku mengatakan Satgas tidak akan menolerir aktivitas di pilkada yang menimbulkan kerumunan. (Baca juga: Pilkada Serentak Tak Ditunda, Ganjar : Semua Harus Siap dengan Prokes Ketat )
"Kami tidak bisa mentoleransi terjadinya aktivitas politik yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi peningkatan penularan. Kami harus betul-betul menjaga keselamatan bangsa ini dari COVID," ujarnya.
Dia menegaskan bahwa setiap korban COVID-19 harus dihindari apapun kegiatannya. "Aktivitas politik dalam pilkada silakan dilakukan selama tidak menimbulkan kerumunan dan potensi penularan. Setiap kematian, setiap korban adalah hal yang harus kita hindari apapun kegiatannya," katanya. (Baca juga: Hal Ini Patut Diwaspadai saat Penetapan Paslon Pilkada Besok )
"Di mana keterlibatan, baik pelaksana langsung seperti KPU dan badan pengawasnya seperti Bawaslu serta perizinan Satgas dan dinas Kesehatan setempat serta pengawasan dari bantuan tenaga ketahanan dan keamanan ini dilakukan dengan ketat," katanya dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (22/9/2020).
Wiku mengatakan Satgas tidak akan menolerir aktivitas di pilkada yang menimbulkan kerumunan. (Baca juga: Pilkada Serentak Tak Ditunda, Ganjar : Semua Harus Siap dengan Prokes Ketat )
"Kami tidak bisa mentoleransi terjadinya aktivitas politik yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi peningkatan penularan. Kami harus betul-betul menjaga keselamatan bangsa ini dari COVID," ujarnya.
Dia menegaskan bahwa setiap korban COVID-19 harus dihindari apapun kegiatannya. "Aktivitas politik dalam pilkada silakan dilakukan selama tidak menimbulkan kerumunan dan potensi penularan. Setiap kematian, setiap korban adalah hal yang harus kita hindari apapun kegiatannya," katanya. (Baca juga: Hal Ini Patut Diwaspadai saat Penetapan Paslon Pilkada Besok )
(abd)
Lihat Juga :