TNI Habema Bergerak Lebih Cepat, Ancaman Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Dicegah
Senin, 20 Juli 2026 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Keberhasilan ini menunjukkan keseriusan Koops TNI Habema dalam memutus potensi ancaman bersenjata sejak dini.
Pengamanan terhadap senjata dan perlengkapan yang ditemukan di lokasi diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan dalam aksi kekerasan yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat di Intan Jaya dan wilayah sekitarnya.
Wirya menegaskan keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari barang bukti yang berhasil diamankan, tetapi juga dari kemampuan aparat menjaga situasi tetap kondusif tanpa menimbulkan dampak terhadap masyarakat sipil.
"Setiap tindakan dilakukan secara profesional berdasarkan informasi yang valid serta selalu mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan," katanya.
Di saat yang sama, Koops TNI Habema kembali mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan untuk menghentikan aksi kekerasan dan memilih jalan damai. Negara tetap membuka ruang bagi siapa pun yang ingin kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui mekanisme yang bermartabat, sesuai ketentuan hukum, dan mengedepankan rekonsiliasi.
Pengamanan terhadap senjata dan perlengkapan yang ditemukan di lokasi diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan dalam aksi kekerasan yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat di Intan Jaya dan wilayah sekitarnya.
Wirya menegaskan keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari barang bukti yang berhasil diamankan, tetapi juga dari kemampuan aparat menjaga situasi tetap kondusif tanpa menimbulkan dampak terhadap masyarakat sipil.
"Setiap tindakan dilakukan secara profesional berdasarkan informasi yang valid serta selalu mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan," katanya.
Di saat yang sama, Koops TNI Habema kembali mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan untuk menghentikan aksi kekerasan dan memilih jalan damai. Negara tetap membuka ruang bagi siapa pun yang ingin kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui mekanisme yang bermartabat, sesuai ketentuan hukum, dan mengedepankan rekonsiliasi.
(jon)
Lihat Juga :