Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
Selasa, 14 Juli 2026 - 16:43 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut Pemerintah Iran mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk berkunjung ke Teheran. Muzani menyebut undangan ini telah disampaikan kepada Prabowo.
"Pemerintah Iran mengundang Presiden Republik Indonesia untuk bisa berkunjung ke Teheran dan sudah kami sampaikan kepada Pak Prabowo," ujar Muzani kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Muzani tak menampik undangan tersebut juga untuk membicarakan terkait Selat Hormuz. Hanya saja, pembicaraan Selat Hormuz memang lebih berfokus dilakukan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) masing-masing negara.
Baca Juga: Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
"Hal itu juga dibicarakan, tentang distribusi kapal-kapal Indonesia bisa ke Selat Hormuz. Tapi itu lebih banyak dibicarakan oleh Menlu saya kira, ketika Menlu dan Menlu bertemu," katanya.
Muzani mengaku belum mengetahui bagaimana respons Prabowo. Ia hanya menyebut undangan itu telah diterima Prabowo. "Saya belum tahu."
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono bertemu Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi di sela-sela menghadiri rangkaian acara pemakaman dan penghormatan terakhir kepada mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei di Mashhad, Iran.
Pertemuan tersebut dilakukan bersamaan dengan kehadiran Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani beserta delegasi ulama Indonesia yakni Ketua Umum (Ketum) PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Syafiq A Mughni.
Menurut keterangan tertulis di laman resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dilihat Sabtu (11/7/2026), pertemuan tersebut menegaskan komitmen untuk terus memperkuat hubungan Indonesia–Iran melalui peningkatan kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang prioritas.
Menlu Sugiono juga mendorong optimalisasi mekanisme bilateral yang telah ada guna memajukan implementasi berbagai kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
"Pemerintah Iran mengundang Presiden Republik Indonesia untuk bisa berkunjung ke Teheran dan sudah kami sampaikan kepada Pak Prabowo," ujar Muzani kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Muzani tak menampik undangan tersebut juga untuk membicarakan terkait Selat Hormuz. Hanya saja, pembicaraan Selat Hormuz memang lebih berfokus dilakukan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) masing-masing negara.
Baca Juga: Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
"Hal itu juga dibicarakan, tentang distribusi kapal-kapal Indonesia bisa ke Selat Hormuz. Tapi itu lebih banyak dibicarakan oleh Menlu saya kira, ketika Menlu dan Menlu bertemu," katanya.
Muzani mengaku belum mengetahui bagaimana respons Prabowo. Ia hanya menyebut undangan itu telah diterima Prabowo. "Saya belum tahu."
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono bertemu Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi di sela-sela menghadiri rangkaian acara pemakaman dan penghormatan terakhir kepada mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei di Mashhad, Iran.
Pertemuan tersebut dilakukan bersamaan dengan kehadiran Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani beserta delegasi ulama Indonesia yakni Ketua Umum (Ketum) PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Syafiq A Mughni.
Menurut keterangan tertulis di laman resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dilihat Sabtu (11/7/2026), pertemuan tersebut menegaskan komitmen untuk terus memperkuat hubungan Indonesia–Iran melalui peningkatan kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang prioritas.
Menlu Sugiono juga mendorong optimalisasi mekanisme bilateral yang telah ada guna memajukan implementasi berbagai kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
(zik)
Lihat Juga :