Komnas HAM Kumpulkan Fakta Rentetan Kekerasan dan Keamanan di Papua
Selasa, 22 September 2020 - 14:24 WIB
loading...
A
A
A
Choirul Anam mengungkapkan kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua telah memulai pengumpulan berbagai informasi untuk kasus Pendeta Yeremia. Juga kasus-kasus lainnya yang terjadi sebelumnya.
"Pentingnya pendalaman tersebut, tidak hanya untuk menjawab kesimpangsiuran tentang pelaku penembakan. Namun, juga lebih dalam melihat secara komprehensif situasi kekerasan yang kerap terjadi di Intan Jaya," terang lulusan Universitas Brawijaya itu.
Lewat pengumpulan fakta ini, menurutnya, diharapkan ada modalitas yang baik untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai kekerasan di Papua dan Papua Barat. Komnas HAM ingin ada evaluasi yang menyeluruh, termasuk mengenai manajemen keamanan.
Choirul Anam mengingatkan pendekatan kekerasan, apapun alasan dan latar belakangnya akan melahirkan pelanggaran HAM. Selain itu, berpotensi memunculkan kekerasan lanjutan. "Oleh karenanya, Komnas HAM menyerukan penghentian kekerasan, khususnya, kekerasan bersenjata agar perdamaian terwujud di Papua," pungkasnya.
"Pentingnya pendalaman tersebut, tidak hanya untuk menjawab kesimpangsiuran tentang pelaku penembakan. Namun, juga lebih dalam melihat secara komprehensif situasi kekerasan yang kerap terjadi di Intan Jaya," terang lulusan Universitas Brawijaya itu.
Lewat pengumpulan fakta ini, menurutnya, diharapkan ada modalitas yang baik untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai kekerasan di Papua dan Papua Barat. Komnas HAM ingin ada evaluasi yang menyeluruh, termasuk mengenai manajemen keamanan.
Choirul Anam mengingatkan pendekatan kekerasan, apapun alasan dan latar belakangnya akan melahirkan pelanggaran HAM. Selain itu, berpotensi memunculkan kekerasan lanjutan. "Oleh karenanya, Komnas HAM menyerukan penghentian kekerasan, khususnya, kekerasan bersenjata agar perdamaian terwujud di Papua," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :