Komnas HAM Kumpulkan Fakta Rentetan Kekerasan dan Keamanan di Papua

Selasa, 22 September 2020 - 14:24 WIB
loading...
Komnas HAM Kumpulkan...
Komnas HAM akan melakukan pengumpulan informasi dan data penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua, pada Sabtu (19/9/2020). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melakukan pengumpulan informasi dan data mengenai penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Sabtu (19/9/2020). Yeremia ditemukan meninggal dunia di dekat kandang babi miliknya.

(Baca juga: Rela Pendapatan Berkurang, Pengusaha Logistik Desak Pilkada Ditunda)

Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam mengatakan, penembakan Pendeta Yeremia menambah rentetan kekerasan bersenjata yang terjadi di Intan Jaya, sepanjang tahun 2020 ini. Dalam catatan Komnas HAM, ada delapan korban dari pihak sipil dan TNI.

(Baca juga: Pengamat Sebut Pilkada Bisa Ditunda, Nyawa Rakyat Tak Bisa Ditunda)

"Komnas HAM memberikan perhatian terhadap kasus penembakan Pendeta Yeremia tersebut. Komnas HAM akan melakukan pendalaman terhadap fakta-fakta yg terjadi," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (22/9/2020).

Choirul Anam mengungkapkan kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua telah memulai pengumpulan berbagai informasi untuk kasus Pendeta Yeremia. Juga kasus-kasus lainnya yang terjadi sebelumnya.

"Pentingnya pendalaman tersebut, tidak hanya untuk menjawab kesimpangsiuran tentang pelaku penembakan. Namun, juga lebih dalam melihat secara komprehensif situasi kekerasan yang kerap terjadi di Intan Jaya," terang lulusan Universitas Brawijaya itu.

Lewat pengumpulan fakta ini, menurutnya, diharapkan ada modalitas yang baik untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai kekerasan di Papua dan Papua Barat. Komnas HAM ingin ada evaluasi yang menyeluruh, termasuk mengenai manajemen keamanan.

Choirul Anam mengingatkan pendekatan kekerasan, apapun alasan dan latar belakangnya akan melahirkan pelanggaran HAM. Selain itu, berpotensi memunculkan kekerasan lanjutan. "Oleh karenanya, Komnas HAM menyerukan penghentian kekerasan, khususnya, kekerasan bersenjata agar perdamaian terwujud di Papua," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Rekomendasi
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved