Status Quo Jabatan Fungsional ASN

Selasa, 07 Juli 2026 - 10:59 WIB
loading...
A A A
Secara teoritis, keberadaan jabatan fungsional merupakan salah satu instrumen penting untuk menciptakan merit system dalam birokrasi. Pegawai dipromosikan bukan semata-mata karena kedekatan dengan pimpinan atau senioritas, melainkan karena kompetensi dan kinerja profesionalnya. Persoalannya, idealisme tersebut sering kali tidak ditemukan dalam praktik.

Ketika Jabatan Fungsional Kehilangan Fungsi


Dalam kenyataan di lapangan, banyak pejabat fungsional tidak diberdayakan secara optimal dengan penyebab yang beragam. Pertama, masih banyak pimpinan yang belum memahami hakikat jabatan fungsional. Mereka lebih nyaman menggunakan pejabat fungsional sebagai "tenaga serba bisa" untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan administratif daripada mengoptimalkan kompetensi profesional yang dimiliki.

Kedua, desain organisasi birokrasi di Indonesia masih sangat struktural. Pengambilan keputusan tetap didominasi oleh jabatan manajerial. Akibatnya, pejabat fungsional sering hanya menjadi pelaksana administratif yang memiliki ruang terbatas untuk memberikan kontribusi substantif.

Ketiga, sistem pengukuran kinerja ASN juga belum sepenuhnya mendorong profesionalisme fungsional. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil menegaskan bahwa kinerja ASN diukur melalui Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Dalam praktiknya, capaian SKP lebih menentukan penilaian kinerja dibandingkan identitas jabatan fungsional yang disandang.

Seorang analis kebijakan yang mengerjakan administrasi dan mencapai target SKP tertentu dapat memeroleh penilaian kinerja yang baik, meskipun tidak melakukan analisis kebijakan sama sekali. Demikian pula seorang perencana dapat memperoleh nilai tinggi meskipun tidak pernah menyusun dokumen perencanaan secara substantif.

Situasi ini memunculkan paradoks. Jabatan fungsional seharusnya dibangun untuk mendorong spesialisasi dan profesionalisme. Namun, sistem yang ada justru tidak selalu memberikan insentif terhadap penggunaan kompetensi profesional tersebut.

Inefisiensi yang Tidak Disadari


Dari perspektif manajemen publik, kondisi ini menimbulkan persoalan terkait efisiensi dan efektivitas. Menurut teori Public Value Management yang dikembangkan Mark Moore (1995), organisasi publik harus mampu menghasilkan nilai publik melalui penggunaan sumber daya yang tepat. Jika pemerintah telah menginvestasikan waktu, anggaran, dan energi untuk mengembangkan kompetensi ASN melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi jabatan fungsional, tetapi kompetensi tersebut tidak digunakan secara optimal maka sesungguhnya terjadi pemborosan sumber daya.

Negara telah mengeluarkan biaya besar untuk mencetak tenaga profesional. Namun, organisasi sering kali tidak memberikan ruang bagi profesional tersebut untuk menjalankan fungsi keahliannya. Dalam perspektif ekonomi organisasi, situasi ini dapat disebut sebagai misallocation of human resources, yaitu penempatan sumber daya manusia yang tidak sesuai dengan kompetensinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NU dan Arsitektur Peradaban...
NU dan Arsitektur Peradaban Abad Kedua
Menakar Masa Depan di...
Menakar Masa Depan di Balik Dana Abadi Daerah
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Pengelolaan Konflik...
Pengelolaan Konflik Kepentingan, Kemenhut Dorong Budaya Cinta Integritas
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Rekomendasi
Susunan Pemain Indonesia...
Susunan Pemain Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026: Mitchell Baker Starter
Kaus Jimin BTS Lampaui...
Kaus Jimin BTS Lampaui Jersey Lionel Messi di Lelang Amal FIFA
Momen Kedatangan Timnas...
Momen Kedatangan Timnas Indonesia di Stadion Pakansari Jelang Lawan Kamboja
Berita Terkini
Kejagung Periksa 9 Saksi...
Kejagung Periksa 9 Saksi di Kasus Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Resmikan Monumen Kudatuli,...
Resmikan Monumen Kudatuli, Megawati: Menggambarkan Kesabaran Revolusioner
Lantik 734 Perwira Prajurit...
Lantik 734 Perwira Prajurit Karier, Panglima TNI Tekankan Adaptasi Teknologi
Ancaman Radikalisme...
Ancaman Radikalisme Digital Meningkat, Pemda Diminta Jadi Garda Terdepan
30 Tahun Kudatuli, Megawati...
30 Tahun Kudatuli, Megawati Resmikan Monumen dan Sampaikan Pesan Tegas: Jangan Terjadi Lagi!
Musyawarah III Majelis...
Musyawarah III Majelis Syura PKS Hasilkan Empat Putusan Strategis
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved