Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India

Sabtu, 04 Juli 2026 - 10:53 WIB
loading...
A A A
Indonesia memiliki alasan untuk memahami pentingnya persoalan tersebut. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia sekaligus masyarakat yang sangat majemuk, Indonesia juga menghadapi tantangan dalam mengelola keberagaman. Pengalaman Indonesia menunjukkan bahwa stabilitas nasional tidak lahir dari dominasi satu kelompok atas kelompok lain. Stabilitas justru lahir dari keyakinan bahwa negara hadir untuk melindungi seluruh warga negara secara setara.

Karena itu, perhatian terhadap perkembangan pluralisme di India tidak boleh dipahami sebagai bentuk campur tangan terhadap urusan domestik negara lain. Perhatian tersebut lahir dari kesadaran bahwa keberagaman merupakan aset yang harus terus dijaga oleh semua bangsa yang memilih jalan demokrasi. Ketika kelompok minoritas merasa semakin terpinggirkan, yang sesungguhnya sedang diuji bukan hanya nasib kelompok tersebut, melainkan kualitas demokrasi secara keseluruhan.

Dalam konteks hubungan Indonesia–India, perspektif ini justru penting untuk dikedepankan. Kedua negara memiliki sejarah panjang kerja sama sejak era perjuangan antikolonial. Hubungan keduanya tidak dibangun semata-mata oleh kepentingan ekonomi, tetapi juga oleh kedekatan nilai dan pengalaman sejarah. Karena itu, hubungan yang kuat seharusnya memungkinkan adanya percakapan yang jujur mengenai tantangan yang dihadapi masing-masing negara.

Indonesia tentu berkepentingan melihat India terus berkembang menjadi kekuatan global yang semakin berpengaruh. India yang maju, stabil, dan sejahtera merupakan kabar baik bagi kawasan Asia maupun bagi dunia. Namun sebagai sahabat, Indonesia juga memiliki alasan moral untuk berharap bahwa kebangkitan India akan tetap berjalan seiring dengan penguatan pluralisme, penghormatan terhadap kebebasan beragama, dan perlindungan hak-hak seluruh warga negaranya.

Pada akhirnya, ukuran kebesaran sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya produk domestik bruto, kekuatan militer, atau pengaruh geopolitiknya. Sejarah menunjukkan bahwa bangsa-bangsa besar dikenang karena kemampuannya menjaga martabat seluruh warganya. Dunia tentu menginginkan India yang semakin kuat. Namun dunia juga berharap India tetap setia pada salah satu warisan terbaik yang melahirkan republik itu: keyakinan bahwa keberagaman bukan ancaman bagi bangsa, melainkan fondasi yang membuat bangsa tersebut tetap berdiri.

Sebagai sahabat, Indonesia menyambut Narendra Modi dengan hormat. Namun persahabatan tidak pernah identik dengan sikap diam. Sahabat yang baik adalah mereka yang berani mengingatkan ketika sebuah bangsa berisiko menjauh dari cita-cita terbaiknya. Dan salah satu cita-cita terbaik India sejak kelahirannya adalah janji bahwa setiap warga negara, apa pun agama dan identitasnya, memiliki tempat yang setara dalam rumah kebangsaan yang sama.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
Ubedilah Badrun: Kritik...
Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Balas Kunjungan Presiden...
Balas Kunjungan Presiden Lukashenko, Prabowo Bakal ke Belarus
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Rekomendasi
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
Kolombia Singkirkan...
Kolombia Singkirkan Ghana, Gol Arias Antar Los Cafeteros ke 16 Besar
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Berita Terkini
PDIP Balas PSI yang...
PDIP Balas PSI yang Ingin Jadikan Jateng 'Kandang Gajah': Jangan Terlalu Sombong!
KPK Ungkap Asal Usul...
KPK Ungkap Asal Usul Uang Dalam Amplop yang Ditinggal Bupati Kuansing saat Audiensi ke Menhut
Tekan Angka Kematian...
Tekan Angka Kematian Jemaah Haji, Menhaj: Istithaah Kesehatan Jadi PR
Menhut Akui Terima Amplop...
Menhut Akui Terima Amplop dari Bupati Kuansing, KPK: Mestinya Laporkan Dugaan Gratifikas
Penasihat Ahli Kapolri:...
Penasihat Ahli Kapolri: Irjen Pol Pipit Rismanto Segera Dilantik Jadi Kapolda Jabar
Sempat Diragukan, Menhaj...
Sempat Diragukan, Menhaj Klaim Haji 2026 Jadi Salah Satu Penyelenggaraan Terbaik dalam Sejarah
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved