UI Kembangkan RehatPod, Solusi Isi Ulang Energi bagi Masyarakat Urban
Jum'at, 03 Juli 2026 - 21:53 WIB
loading...
Universitas Indonesia (UI) mengembangkan RehatPod, sebuah inovasi ruang istirahat singkat berbasis desain ergonomis dan teknologi tepat guna. Foto: Ist
A
A
A
DEPOK - Universitas Indonesia (UI) mengembangkan RehatPod, sebuah inovasi ruang istirahat singkat berbasis desain ergonomis dan teknologi tepat guna. Inovasi ini dirancang untuk membantu masyarakat urban, khususnya mahasiswa, dosen, pekerja kantoran, tenaga kesehatan, dan pengguna fasilitas publik, memperoleh waktu rehat yang nyaman, aman, serta efisien di tengah padatnya aktivitas harian.
Pengembangan RehatPod dilakukan melalui Program Pendanaan Inovasi Universitas Indonesia Tahun 2025 Skema P1 Reguler dengan judul RehatPod: Solusi Isi Ulang Energi: A Design-Based Research.
Baca juga: Kolaborasi Riset, UI Inisiasi Pertemuan Peneliti UI dan Dispora Indonesia
RehatPod hadir sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan ruang istirahat singkat atau power nap space di lingkungan kampus, kantor, rumah sakit, dan ruang publik. Selama ini fasilitas serupa di Indonesia masih terbatas dan umumnya berbentuk sleeping pod untuk kebutuhan menginap atau transit.
RehatPod menawarkan pendekatan berbeda, yakni ruang istirahat singkat yang lebih portabel, modular, ekonomis, serta sesuai dengan kebutuhan pengguna lokal. “RehatPod dikembangkan bukan hanya sebagai produk fisik, tetapi juga sebagai solusi kesejahteraan kerja dan akademik. Kami ingin menghadirkan ruang rehat yang mendukung pemulihan energi, fokus, dan produktivitas masyarakat urban,” ujar Ketua Tim Pengusul Dr Nurul Safitri.
Pada tahap awal, tim peneliti telah menyusun studi kelayakan yang mencakup kajian regulasi, analisis pasar, peta kompetitor, pertimbangan teknologi, analisis bisnis, serta proyeksi pengembangan produk. Hasil kajian menunjukkan bahwa RehatPod memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena pasar nap pod domestik masih minim pemain, terutama untuk segmen kampus, institusi publik, perkantoran, dan fasilitas umum.
Dari sisi desain, RehatPod dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek ergonomi, privasi, efisiensi ruang, kenyamanan, sirkulasi udara, pencahayaan, serta potensi integrasi teknologi seperti sensor IoT, pengaturan cahaya, suara relaksasi, dan ventilasi pasif. Desain ini diharapkan mampu memberikan pengalaman rehat singkat yang lebih nyaman, aman, dan higienis.
Selain menyasar nilai komersial, RehatPod juga memiliki nilai sosial karena mendukung peningkatan kesehatan mental, produktivitas, dan kesejahteraan kerja. Inovasi ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Ke depan, hasil studi kelayakan ini akan menjadi dasar bagi pengembangan prototipe RehatPod, uji pengguna, serta peluang kerja sama dengan kampus, instansi pemerintah, rumah sakit, korporasi, dan pengelola ruang publik.
Pengembangan RehatPod dilakukan melalui Program Pendanaan Inovasi Universitas Indonesia Tahun 2025 Skema P1 Reguler dengan judul RehatPod: Solusi Isi Ulang Energi: A Design-Based Research.
Baca juga: Kolaborasi Riset, UI Inisiasi Pertemuan Peneliti UI dan Dispora Indonesia
RehatPod hadir sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan ruang istirahat singkat atau power nap space di lingkungan kampus, kantor, rumah sakit, dan ruang publik. Selama ini fasilitas serupa di Indonesia masih terbatas dan umumnya berbentuk sleeping pod untuk kebutuhan menginap atau transit.
RehatPod menawarkan pendekatan berbeda, yakni ruang istirahat singkat yang lebih portabel, modular, ekonomis, serta sesuai dengan kebutuhan pengguna lokal. “RehatPod dikembangkan bukan hanya sebagai produk fisik, tetapi juga sebagai solusi kesejahteraan kerja dan akademik. Kami ingin menghadirkan ruang rehat yang mendukung pemulihan energi, fokus, dan produktivitas masyarakat urban,” ujar Ketua Tim Pengusul Dr Nurul Safitri.
Pada tahap awal, tim peneliti telah menyusun studi kelayakan yang mencakup kajian regulasi, analisis pasar, peta kompetitor, pertimbangan teknologi, analisis bisnis, serta proyeksi pengembangan produk. Hasil kajian menunjukkan bahwa RehatPod memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena pasar nap pod domestik masih minim pemain, terutama untuk segmen kampus, institusi publik, perkantoran, dan fasilitas umum.
Dari sisi desain, RehatPod dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek ergonomi, privasi, efisiensi ruang, kenyamanan, sirkulasi udara, pencahayaan, serta potensi integrasi teknologi seperti sensor IoT, pengaturan cahaya, suara relaksasi, dan ventilasi pasif. Desain ini diharapkan mampu memberikan pengalaman rehat singkat yang lebih nyaman, aman, dan higienis.
Selain menyasar nilai komersial, RehatPod juga memiliki nilai sosial karena mendukung peningkatan kesehatan mental, produktivitas, dan kesejahteraan kerja. Inovasi ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Ke depan, hasil studi kelayakan ini akan menjadi dasar bagi pengembangan prototipe RehatPod, uji pengguna, serta peluang kerja sama dengan kampus, instansi pemerintah, rumah sakit, korporasi, dan pengelola ruang publik.
(jon)
Lihat Juga :