Rencana Geser Cuti Lebaran Pada Hari Raya Idul Adha Belum Final
Selasa, 05 Mei 2020 - 06:38 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Anwar, jika melihat pada produktivitas kerja, sekarang ini sudah terlalu banyak waktu untuk istirahat di rumah. Namun, kebijakan tersebut bisa dipahami jika alasan pemerintah menunda cuti Lebaran untuk kepentingan mudik, memberikan kesempatan masyarakat bertemu keluarga di kampung atau kembali ke daerah. "Tapi itu namanya bukan cuti Lebaran, tapi cuti mudik, cuti pulang kampung. Jadi tidak usah dibawa sampai ke Idul Adha, masa juga cuti Lebaran sampai banyak," gugatnya.
Adapun pengamat kebijakan publik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pheni Chalid, menyambut baik opsi Jokowi yang mengganti libur Idul Fitri menjadi libur di saat Idul Adha. Kebijakan ini dinilai dapat menjadi obat masyarakat yang sedang tertekan karena pandemi dan dampak ekonominya.
"Tetapi itu bukan definitif karena itu tiga bulan kemudian Mei, Juni, Juli, Agustus. Kan ada perkiraan bulan itu (pandemi mereda). Libur ini kan persoalan tentatif, bukan wajib, berhadapan dengan Covid-19 ini, jadi segala kebijakan soal libur ini bersifat tentatif. Kalau dimundurkan pada Lebaran Haji enggak apa-apa, orang kan sekarang stressful jadi untuk pengalihan pada libur Lebaran Haji,” kata Pheni kepada SINDO Media kemarin.
Namun, menurut Pheni, pemerintah harus tetap mengevaluasi kebijakan libur itu nantinya, apakah kondisi pandemi sudah benar-benar mereda atau tidak. Kalau memang belum mereda, tentu harus dimundurkan lagi liburnya. Apalagi, dalam suasana kepanikan sekarang, saat banyak masyarakat nekat melakukan mudik dengan berbagai cara.
“Alternatifnya mudik dibuka, jadi bukan harga mati. Penyebarannya kan belum dapat dipastikan. Kalau bisa dipastikan bahwa penyebaran Covid-19 berhenti sebelum Lebaran Haji boleh, enggak apa-apa. Karena libur tidak akan memengaruhi penyediaan kebutuhan pokok,” paparnya.
Terlebih, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta ini menjelaskan, Lebaran Haji ini menjadi perayaan yang besar di Arab Saudi sehingga tidak berbenturan. Di Indonesia, Idul Adha selama ini dirayakan dengan cara berkurban sehingga kebijakan ini penggantian Libur Lebaran ini diharapkan bisa memberikan efek domino bahwa nantinya masyarakat Indonesia akan terbagi menjadi dua, ada yang merayakan Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha. (Dita Angga/Kiswondari/Abdul Rochim)
Adapun pengamat kebijakan publik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pheni Chalid, menyambut baik opsi Jokowi yang mengganti libur Idul Fitri menjadi libur di saat Idul Adha. Kebijakan ini dinilai dapat menjadi obat masyarakat yang sedang tertekan karena pandemi dan dampak ekonominya.
"Tetapi itu bukan definitif karena itu tiga bulan kemudian Mei, Juni, Juli, Agustus. Kan ada perkiraan bulan itu (pandemi mereda). Libur ini kan persoalan tentatif, bukan wajib, berhadapan dengan Covid-19 ini, jadi segala kebijakan soal libur ini bersifat tentatif. Kalau dimundurkan pada Lebaran Haji enggak apa-apa, orang kan sekarang stressful jadi untuk pengalihan pada libur Lebaran Haji,” kata Pheni kepada SINDO Media kemarin.
Namun, menurut Pheni, pemerintah harus tetap mengevaluasi kebijakan libur itu nantinya, apakah kondisi pandemi sudah benar-benar mereda atau tidak. Kalau memang belum mereda, tentu harus dimundurkan lagi liburnya. Apalagi, dalam suasana kepanikan sekarang, saat banyak masyarakat nekat melakukan mudik dengan berbagai cara.
“Alternatifnya mudik dibuka, jadi bukan harga mati. Penyebarannya kan belum dapat dipastikan. Kalau bisa dipastikan bahwa penyebaran Covid-19 berhenti sebelum Lebaran Haji boleh, enggak apa-apa. Karena libur tidak akan memengaruhi penyediaan kebutuhan pokok,” paparnya.
Terlebih, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta ini menjelaskan, Lebaran Haji ini menjadi perayaan yang besar di Arab Saudi sehingga tidak berbenturan. Di Indonesia, Idul Adha selama ini dirayakan dengan cara berkurban sehingga kebijakan ini penggantian Libur Lebaran ini diharapkan bisa memberikan efek domino bahwa nantinya masyarakat Indonesia akan terbagi menjadi dua, ada yang merayakan Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha. (Dita Angga/Kiswondari/Abdul Rochim)
(ysw)
Lihat Juga :