Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Teguh juga meminta kepada pengurus provinsi, kota/kabupaten bisa menampung aspirasi guru-guru. Menurutnya, PB PGRI sebagai kelanjutan aspirasi yang di daerah.
“Guru sudah tidak berani berteriak menyampaikan aspirasi, guru tidak berani menentang birokrasi, hanya lewat PGRI yang bisa mewakili hati nurani mereka untuk memperbaiki kehidupan guru yang lebih baik” ujarnya.
Baca juga: Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
“Melalui Konkernas PGRI 2026, kita satukan kembali visi perjuangan menegakkan martabat profesi guru dan tenaga kependidikan,” tambahnya.
Saat ini, kata Teguh, PGRI harus memakmurkan tenaga kependidikan secara edukasi, sosial bahkan harus merambah ke ekonomi.
“Guru sudah tidak berani berteriak menyampaikan aspirasi, guru tidak berani menentang birokrasi, hanya lewat PGRI yang bisa mewakili hati nurani mereka untuk memperbaiki kehidupan guru yang lebih baik” ujarnya.
Baca juga: Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
“Melalui Konkernas PGRI 2026, kita satukan kembali visi perjuangan menegakkan martabat profesi guru dan tenaga kependidikan,” tambahnya.
Saat ini, kata Teguh, PGRI harus memakmurkan tenaga kependidikan secara edukasi, sosial bahkan harus merambah ke ekonomi.
Lihat Juga :