Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Teguh mencontohkan kenapa para guru yang jauh di pegunungan, di seberang laut, di daerah terpencil tidak pernah diperhatikan oleh pengurus PGRI yang lalu, apakah mereka pernah hadir berpartisipasi untuk perubahan para guru?
“Tapi Insya Allah dengan kehadiran para pengurus PB PGRI sekarang ini dengan kegiatan Konkernas PGRI ini bisa membawa perubahan kepada para guru. Kalau PGRI jujur, adil, masyarakat Indonesia bisa makmur,” katanya.
Menurutnya, kalau PGRI ingin berubah harus integritas, di mana salah satunya ada kejujuran. Bagaimana seorang guru mampu membawa diri dengan baik, tapi gaji guru hanya bisa dibayarkan setiap tiga bulan sekali.
“Bagaimana ada rasa tanggung jawab seorang guru kalau honornya saja tidak diperhatikan,” tegasnya.
Teguh berharap, jika PGRI ingin bagus harus tanggung jawab, kalau yang hadir di Konkernas ingin menjadi pengurus atau mengabdi kepada PGRI, maka harus melakukan langkah perspektif dan mengetahui keluhan-keluhan guru.
“Tapi Insya Allah dengan kehadiran para pengurus PB PGRI sekarang ini dengan kegiatan Konkernas PGRI ini bisa membawa perubahan kepada para guru. Kalau PGRI jujur, adil, masyarakat Indonesia bisa makmur,” katanya.
Menurutnya, kalau PGRI ingin berubah harus integritas, di mana salah satunya ada kejujuran. Bagaimana seorang guru mampu membawa diri dengan baik, tapi gaji guru hanya bisa dibayarkan setiap tiga bulan sekali.
“Bagaimana ada rasa tanggung jawab seorang guru kalau honornya saja tidak diperhatikan,” tegasnya.
Teguh berharap, jika PGRI ingin bagus harus tanggung jawab, kalau yang hadir di Konkernas ingin menjadi pengurus atau mengabdi kepada PGRI, maka harus melakukan langkah perspektif dan mengetahui keluhan-keluhan guru.
(shf)
Lihat Juga :