Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi

Selasa, 09 Juni 2026 - 07:51 WIB
loading...
Rekrutmen Polri 2026...
Seleksi Penerimaan Taruna/i Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 Panitia Daerah (Panda DIY), Senin 11 Mei 2026. Foto: Polda DIY
A A A
JAKARTA - Pemerhati Hukum Kepolisian dari Universitas Bhayangkara Jakarta Edi Hasibuan menegaskan proses penerimaan calon anggota Polri pada 2026 menunjukkan kemajuan signifikan. Hal itu menujukkan penerimaan anggota Polri menuju sistem yang semakin baik dan transparan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Polri berkomitmen tidak membuka jalur khusus maupun menerima titipan dari pihak mana pun, termasuk anak jenderal sekalipun," ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Angggota Kompolnas periode 2012-2016 ini mengatakan, berbagai upaya pembenahan terus dilakukan Polri dalam proses rekrutmen. Pengawasan sistem penerimaan diperkuat dan transparansi seleksi semakin ditonjolkan agar proses penerimaan anggota Polri berlangsung bersih, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi

Edi Hasibuan

Baca juga: 2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami



Pihaknya mengamati pelaksanaan seleksi calon anggota Polri, mulai dari Bintara hingga Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), di berbagai daerah berlangsung sangat ketat. Bahkan, tidak sedikit anak jenderal yang gagal dalam seleksi, baik di Jakarta maupun daerah, karena tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

"Kami mengamati penerimaan calon anggota Polri tahun 2026 berlangsung sangat ketat. Faktanya, proses seleksi semakin baik dan semakin transparan. Sistem pengawasan berlapis juga terus diperkuat Polri agar proses seleksi berjalan secara profesional, objektif, dan transparan," ujar Edi.

Dalam beberapa hari terakhir, Edi melakukan pemantauan langsung di sejumlah Polda, antara lain Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, Polda Kalimantan Timur, Polda Sulawesi Tenggara, dan Polda Bali.

"Ketatnya proses penerimaan anggota Polri tersebut sejalan dengan penegasan Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Polri), Irjen Pol Anwar, yang menyatakan tidak ada jalur khusus maupun titipan dalam proses penerimaan Taruna Akpol tahun 2026," tegasnya.

Edi menilai Polri terus berbenah dengan menerapkan sistem rekrutmen yang berpedoman pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Prinsip tersebut menjadi landasan penting untuk memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan prestasi yang dimiliki.

"Komitmen Polri yang menegaskan tidak membuka jalur khusus ataupun titipan dalam proses penerimaan Bintara maupun Taruna Akpol patut diapresiasi," katanya.

Meski demikian, Direktur Eksekutif Lemkapi itu mengakui masih terdapat sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya percaya bahwa proses rekrutmen calon anggota Polri telah berjalan baik dan transparan.

Karena itu, Edi meminta jajaran Polri terus melakukan perbaikan serta meningkatkan kualitas pelayanan dan keterbukaan informasi kepada publik agar tingkat kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen semakin meningkat.

"Kami meminta SDM Polri dan jajaran Biro SDM di seluruh Polda terus berbenah dan bekerja semakin baik untuk meraih kepercayaan masyarakat yang lebih tinggi," tegas Edi.

Edi meyakini dengan penerapan prinsip BETAH serta pengawasan yang ketat, kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen kepolisian akan semakin baik di masa mendatang.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Polda Metro Jaya Ungkap...
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Hanania Travel Sudah Bermasalah Sejak 2023
Rekomendasi
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Meriah! Road To Kilau...
Meriah! Road To Kilau Raya MNCTV Guncang Mojokerto dengan Penampilan Inul Daratista dan Happy Asmara
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Berita Terkini
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved