Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?

Kamis, 04 Juni 2026 - 14:50 WIB
loading...
A A A
Artinya, pasar tidak hanya menilai capaian pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026, tetapi juga mengevaluasi prospek fiskal, stabilitas politik, keberlanjutan reformasi struktural, dan arah kebijakan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan.

Risiko Ketergantungan pada Stimulus Fiskal


Dari perspektif ekonomi politik pembangunan (Political Economy of Development), pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan keseimbangan antara kapasitas negara, efisiensi pasar, dan kualitas institusi (Acemoglu & Robinson, 2012; Rodrik, 2007).

Ketika pertumbuhan terlalu bergantung pada belanja pemerintah, muncul risiko bahwa ekonomi menjadi kurang responsif terhadap inovasi dan investasi sektor swasta. Dalam jangka pendek, stimulus fiskal memang dapat mempercepat aktivitas ekonomi. Namun dalam jangka panjang, pertumbuhan yang sehat memerlukan partisipasi investasi swasta yang kuat, peningkatan produktivitas, dan penguatan daya saing industri nasional.

Jika investasi produktif tidak tumbuh secepat konsumsi dan belanja pemerintah, maka ekonomi berpotensi menghadapi perlambatan struktural setelah efek stimulus fiskal mulai berkurang. Risiko inilah yang sering kali menjadi perhatian utama investor institusional global.

Menutup Defisit Kepercayaan


Pada akhirnya, tantangan terbesar ekonomi Indonesia menjelang semester kedua 2026 bukanlah mempertahankan angka pertumbuhan di atas lima persen. Tantangan yang lebih mendasar adalah memperkuat kualitas pertumbuhan tersebut melalui peningkatan investasi produktif, penguatan institusi ekonomi, serta konsistensi kebijakan publik.

Sebagaimana ditegaskan oleh Douglass North (1990), keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh akumulasi modal dan sumber daya, tetapi juga oleh kualitas institusi yang mengatur aktivitas ekonomi. Sementara itu, teori kredibilitas kebijakan menunjukkan bahwa kepercayaan pasar merupakan aset ekonomi yang sama pentingnya dengan stabilitas makroekonomi (Kydland & Prescott, 1977).

Karena itu, pertanyaan yang perlu dijawab Indonesia bukanlah apakah ekonomi mampu tumbuh 5,6 persen hari ini. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah investor percaya bahwa pertumbuhan tersebut dapat dipertahankan lima atau sepuluh tahun ke depan.

Sebab dalam ekonomi modern, pertumbuhan dapat diciptakan oleh kebijakan. Namun kepercayaan hanya dapat dibangun melalui konsistensi, kredibilitas, dan institusi yang kuat.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Rekomendasi
IBEM Jadi Marketplace...
IBEM Jadi Marketplace Perdana Industri MICE, Pertemukan 200 Buyers dan 200 Sellers
Elma Agustin Buka Suara...
Elma Agustin Buka Suara Soal Tak Diajak Reuni Princess, Singgung Cara Komunikasi
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
Berita Terkini
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Infografis
Ini Penjelasan Mengapa...
Ini Penjelasan Mengapa Hajar Aswad di Kakbah Berwarna Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved