Kongres Luar Biasa KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
Rabu, 03 Juni 2026 - 21:10 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai Ketua Umum terpilih, Yenny Wahid menyampaikan tiga prioritas yang akan segera dijalankan. Pertama, Perbaikan tata kelola organisasi, memastikan seluruh mekanisme pengambilan keputusan kembali berjalan sesuai prinsip kolektif kolegial yang diamanatkan AD/ART, dengan transparansi dan akuntabilitas sebagai fondasi utama.
Kedua, Sinergi dan kolaborasi lintas generasi, membuka ruang yang lebih luas bagi pihak termasuk generasi muda perempuan Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam gerakan.
Ketiga, Mengukuhkan kembali posisi perempuan Indonesia di panggung internasional, termasuk memastikan kembalinya kehadiran dan suara KOWANI di forum Commission on the Status of Women (CSW) PBB pada tahun mendatang, serta memulihkan reputasi organisasi di mata mitra global.
Sebelumnya, KLB ini ditempuh dengan jalan panjang, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tercatat telah memfasilitasi lima kali pertemuan mediasi, yang juga didorong oleh organisasi pendiri KOWANI: Perempuan Taman Siswa, Wanita Katolik RI, dan PP Aisyiyah.
Namun ketidakhadiran Ketua Umum sebelumnya dalam seluruh sesi mediasi menyebabkan jalur dialog tidak menemukan titik terang, sehingga KLB menjadi satu-satunya jalan konstitusional yang tersisa.
Dengan terpilihnya Ketua Umum baru secara sah, KOWANI kini melangkah maju, kembali fokus pada fungsi utamanya sebagai mitra strategis pemerintah dalam advokasi kebijakan publik, serta penggerak kemajuan perempuan Indonesia di kancah domestik dan internasional, menuju peringatan satu abad organisasi.
Kedua, Sinergi dan kolaborasi lintas generasi, membuka ruang yang lebih luas bagi pihak termasuk generasi muda perempuan Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam gerakan.
Ketiga, Mengukuhkan kembali posisi perempuan Indonesia di panggung internasional, termasuk memastikan kembalinya kehadiran dan suara KOWANI di forum Commission on the Status of Women (CSW) PBB pada tahun mendatang, serta memulihkan reputasi organisasi di mata mitra global.
Sebelumnya, KLB ini ditempuh dengan jalan panjang, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tercatat telah memfasilitasi lima kali pertemuan mediasi, yang juga didorong oleh organisasi pendiri KOWANI: Perempuan Taman Siswa, Wanita Katolik RI, dan PP Aisyiyah.
Namun ketidakhadiran Ketua Umum sebelumnya dalam seluruh sesi mediasi menyebabkan jalur dialog tidak menemukan titik terang, sehingga KLB menjadi satu-satunya jalan konstitusional yang tersisa.
Dengan terpilihnya Ketua Umum baru secara sah, KOWANI kini melangkah maju, kembali fokus pada fungsi utamanya sebagai mitra strategis pemerintah dalam advokasi kebijakan publik, serta penggerak kemajuan perempuan Indonesia di kancah domestik dan internasional, menuju peringatan satu abad organisasi.
(shf)
Lihat Juga :