Usai Puncak Haji, Kemenhaj Siapkan Fase Kepulangan Jemaah ke Tanah Air
Senin, 01 Juni 2026 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Sempat Mundur 12 Jam Demi Istirahat Jemaah, Ratusan Bus Shalawat di Makkah Mengaspal Lagi
Terkait pelaksanaan dam, Hasan menyampaikan hingga hari ini tercatat sebanyak 195.326 jemaah haji Indonesia telah menyelesaikan kewajiban dam. Rinciannya, 135.367 jemaah menunaikan dam melalui program Adahi, 53.506 jemaah melalui lembaga resmi Indonesia, dan 6.453 jemaah melalui puasa. Selain itu, terdapat 4.084 jemaah haji Indonesia yang mengambil skema Haji Ifrad.
“Capaian ini menunjukkan tingginya kepatuhan jemaah dalam memenuhi ketentuan ibadah, sekaligus mendukung tata kelola pelaksanaan dam yang tertib, aman, dan akuntabel,” jelas Hasan.
Meski fase Armuzna telah berakhir, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan dan mengatur aktivitas ibadah secara bijak. Kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas sehingga jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, beristirahat yang cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.
Hasan juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri menjalankan ibadah tambahan apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada jemaah lanjut usia, jemaah disabilitas, jemaah perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.
“Kami mengajak ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, serta sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada jemaah yang membutuhkan,” ujarnya.
Terkait layanan transportasi di Kota Makkah, Kemenhaj menginformasikan bahwa berdasarkan pemberitahuan dari Naqabbah Ammah Lissayarat Makkah, layanan Bus Shalawat kembali beroperasi pada Ahad, 31 Mei 2026 pukul 13.00 Waktu Arab Saudi.
Terkait pelaksanaan dam, Hasan menyampaikan hingga hari ini tercatat sebanyak 195.326 jemaah haji Indonesia telah menyelesaikan kewajiban dam. Rinciannya, 135.367 jemaah menunaikan dam melalui program Adahi, 53.506 jemaah melalui lembaga resmi Indonesia, dan 6.453 jemaah melalui puasa. Selain itu, terdapat 4.084 jemaah haji Indonesia yang mengambil skema Haji Ifrad.
“Capaian ini menunjukkan tingginya kepatuhan jemaah dalam memenuhi ketentuan ibadah, sekaligus mendukung tata kelola pelaksanaan dam yang tertib, aman, dan akuntabel,” jelas Hasan.
Meski fase Armuzna telah berakhir, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan dan mengatur aktivitas ibadah secara bijak. Kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas sehingga jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, beristirahat yang cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.
Hasan juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri menjalankan ibadah tambahan apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada jemaah lanjut usia, jemaah disabilitas, jemaah perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.
“Kami mengajak ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, serta sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada jemaah yang membutuhkan,” ujarnya.
Terkait layanan transportasi di Kota Makkah, Kemenhaj menginformasikan bahwa berdasarkan pemberitahuan dari Naqabbah Ammah Lissayarat Makkah, layanan Bus Shalawat kembali beroperasi pada Ahad, 31 Mei 2026 pukul 13.00 Waktu Arab Saudi.
Lihat Juga :