APBN 2027 Bisa Jadi Alat Perjuangan Bangsa
Jum'at, 22 Mei 2026 - 23:19 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Harris, negara sebaiknya hadir sebagai regulator dan pengawas yang efektif, bukan mengambil alih ruang inovasi sektor usaha. Dia menawarkan konsep platform tata kelola ekspor terintegrasi berbasis digital dibanding pembentukan super holding ekspor.
Selain itu, dia juga menyoroti kapasitas fiskal Indonesia yang dinilai masih sempit. Reformasi penerimaan negara perlu diperluas melalui digitalisasi perpajakan, peningkatan kepatuhan, hingga penegakan pajak terhadap platform digital global yang beroperasi di Indonesia.
Di sisi lain, asumsi nilai tukar rupiah pada kisaran Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS menunjukkan pemerintah cukup realistis menghadapi tekanan global. Namun, dia mengingatkan depresiasi rupiah berkepanjangan dapat memicu kenaikan biaya impor, tekanan utang, dan lonjakan harga di dalam negeri.
Pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan target pertumbuhan angka semata, tetapi harus menghadirkan keadilan sosial yang dirasakan masyarakat secara nyata. “Kita memerlukan APBN yang bukan sekadar sehat di atas kertas, tetapi hidup di tengah masyarakat,” katanya.
“Keberhasilan pembangunan sejatinya bukan diukur dari seberapa tinggi statistik ekonomi naik, melainkan seberapa banyak rakyat merasakan bahwa hidup mereka benar-benar menjadi lebih baik,” ujar Harris.
Selain itu, dia juga menyoroti kapasitas fiskal Indonesia yang dinilai masih sempit. Reformasi penerimaan negara perlu diperluas melalui digitalisasi perpajakan, peningkatan kepatuhan, hingga penegakan pajak terhadap platform digital global yang beroperasi di Indonesia.
Di sisi lain, asumsi nilai tukar rupiah pada kisaran Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS menunjukkan pemerintah cukup realistis menghadapi tekanan global. Namun, dia mengingatkan depresiasi rupiah berkepanjangan dapat memicu kenaikan biaya impor, tekanan utang, dan lonjakan harga di dalam negeri.
Pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan target pertumbuhan angka semata, tetapi harus menghadirkan keadilan sosial yang dirasakan masyarakat secara nyata. “Kita memerlukan APBN yang bukan sekadar sehat di atas kertas, tetapi hidup di tengah masyarakat,” katanya.
“Keberhasilan pembangunan sejatinya bukan diukur dari seberapa tinggi statistik ekonomi naik, melainkan seberapa banyak rakyat merasakan bahwa hidup mereka benar-benar menjadi lebih baik,” ujar Harris.
(jon)
Lihat Juga :