Pilkada Medan, Masyarakat Tak Ingin Cakada Terindikasi Korupsi
Minggu, 20 September 2020 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
"Masalah korupsi tentu mencoreng Kota Medan dimana tiga periode kepala daerah, ketiganya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," katanya.
Menurutnya, hal ini membuat masyarakat mengalami seakan trauma kepada kepala dan mengancam tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Medan 2020 semakin berkurang.
"Karena trauma jadi tingkat kepercayaan masyarakat juga semakin menurun pada pemerintahan Kota Medan yang bersih. Saya juga merasa bisa jadi tingkat golput di Pilkada nanti semakin tinggi," ujarnya.
Meskipun demikian, tingkat golput bisa diantisipasi jika para pasangan calon kepala daerah (Cakada) bisa meyakinkan masyarakat bahwa mereka benar-benar bersih dan tidak pernah tersandung kasus korupsi.
"Jelas dengan rentetan kasus korupsi di Pemkot Medan masyarakat menginginkan figur yang tidak memiliki indikasi korupsi agar bisa membangun pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi," imbuhnya.
Menurutnya, hal ini membuat masyarakat mengalami seakan trauma kepada kepala dan mengancam tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Medan 2020 semakin berkurang.
"Karena trauma jadi tingkat kepercayaan masyarakat juga semakin menurun pada pemerintahan Kota Medan yang bersih. Saya juga merasa bisa jadi tingkat golput di Pilkada nanti semakin tinggi," ujarnya.
Meskipun demikian, tingkat golput bisa diantisipasi jika para pasangan calon kepala daerah (Cakada) bisa meyakinkan masyarakat bahwa mereka benar-benar bersih dan tidak pernah tersandung kasus korupsi.
"Jelas dengan rentetan kasus korupsi di Pemkot Medan masyarakat menginginkan figur yang tidak memiliki indikasi korupsi agar bisa membangun pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi," imbuhnya.
Lihat Juga :