Uswatun Hasanah: Kepemimpinan Pendidikan yang memberi Makna

Jum'at, 15 Mei 2026 - 16:10 WIB
loading...
A A A
Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menulis, "Seorang pendidik ibarat tongkat yang ditanam, bayangannya sendiri yang akan memanjang. Ia tidak cukup hanya berkata, ia harus menjadi."

Di sinilah titik esensialnya, kepemimpinan pendidikan Islam bukan soal menguasai teknik, melainkan soal menghidupkan nilai dalam keseharian.

Kiai dan Adab Sebelum Ilmu


KH Hasyim Asy‘ari dalam Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim menempatkan bab tentang adab pendidik sebelum bab tentang metode mengajar. Bagi beliau, krisis pendidikan Islam berpangkal dari krisis keteladanan para pemimpinnya. Seorang ‘alim yang kehilangan adab tidak lagi layak disebut pendidik, meskipun gelar akademiknya berderet.

Universitas Darunnajah, tempat penulis mengabdi, lahir dari rahim tradisi ini. Para kiai pendiri tidak meninggalkan strategic plan tertulis seperti layaknya kampus modern. Tetapi mereka meninggalkan sesuatu yang lebih hidup dan lebih abadi yaitu jejak keteladanan yang diceritakan dari generasi ke generasi santri.

Bagaimana mereka bangun malam, bagaimana mereka memperlakukan tamu, bagaimana mereka memaafkan. Semua itu menjadi hidden curriculum yang membentuk karakter jauh lebih kuat daripada satuan kredit semester.

Riset kontemporer tentang kepemimpinan kiai di pesantren menjadi penegas hal ini. Model kepemimpinan profetik yang ditemukan di Pesantren Tebuireng dan Mambaul Ma’arif Denanyar, bersifat visioner, transformatif, dan meneladani sifat kenabian (shiddiq, amanah, tabligh, fathanah), ini adalah bukti bahwa keteladanan bukan konsep masa lalu, melainkan praktik hidup yang terus relevan.

Implikasi untuk Lembaga Pendidikan Islam Hari Ini


Jika uswatun hasanah adalah fondasi, maka setidaknya ada tiga implikasi yang harus dijawab oleh para pemimpin pendidikan Islam saat ini:

Pertama, rekrutmen pemimpin tidak cukup berbasis CV. Sekolah dan pesantren harus berani bertanya: apakah calon pemimpin ini layak diteladani oleh murid-muridnya, bukan hanya di ruang rapat, tetapi di pasar, di jalan, dan di rumahnya?

Kedua, pengembangan profesional harus mencakup spiritualitas. Workshop manajemen, pelatihan kepemimpinan, dan sertifikasi dosen tidak boleh sekadar mengisi kompetensi teknis. Harus ada ruang untuk evaluasi diri, muhasabah, dan pembinaan akhlak secara berkelanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Sulhu dan Islah: Sebuah...
Sulhu dan Islah: Sebuah Refleksi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Jelang Final Piala Dunia,...
Jelang Final Piala Dunia, Caketum PBNU Gus Salam Jagokan Argentina Jadi Pemenang
LPSK Bentuk Tim Pelindungan...
LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Rekomendasi
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Berita Terkini
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved