UPI YAI dan Shinawatra University Thailand Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Kamis, 14 Mei 2026 - 23:36 WIB
loading...
Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI YAI) menjalin aliansi strategis dengan Shinawatra University, institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Thailand. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI YAI) menjalin aliansi strategis dengan Shinawatra University, institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Thailand melalui program The 3rd International Collaboration Trip (ICT). Langkah ini sebagai bagian dari peta jalan menuju World Class University
International Collaboration Trip (ICT) merupakan program tahunan UPI Y.A.I yang menjadi wadah penguatan jejaring internasional, kolaborasi akademik, serta pertukaran budaya dan pengetahuan di tingkat global.
Sebelumnya, ICT pertama telah sukses dilaksanakan pada 2024 dengan tujuan Malaysia dan Singapura, kemudian dilanjutkan dengan ICT kedua pada 2025 di Filipina. Kehadiran ICT ke-3 di Thailand menjadi bentuk konsistensi UPI Y.A.I dalam memperluas kerja sama internasional di kawasan ASEAN.
Baca juga: Kemendiktisaintek Rilis Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal Kampus, Apa Isinya?
Langkah strategis ini sekaligus memperkuat komitmen UPI Y.A.I dalam menjadikan Internationalization sebagai salah satu pilar utama visi pengembangan universitas. Melalui penguatan kerja sama lintas negara, peningkatan mobilitas akademik, riset kolaboratif internasional, serta pengembangan kompetensi global bagi mahasiswa dan dosen, UPI Y.A.I menegaskan arah transformasinya menuju perguruan tinggi berdaya saing internasional yang adaptif terhadap dinamika pendidikan global.
Sinergi ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah komitmen jangka panjang untuk membangun jembatan intelektual di kawasan Asia Tenggara. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) ini menandai babak baru dalam transformasi standar pendidikan kedua negara.
Kerja sama ini dirancang secara komprehensif untuk menyentuh aspek-aspek fundamental dalam pendidikan tinggi modern. Terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus implementasi antara lain, pertukaran pengetahuan mutakhir (Guest Lectures) meliputi dosen-dosen ahli dari kedua universitas akan berbagi panggung akademik untuk memberikan perspektif lintas negara bagi mahasiswa.
Lihat video: Taklimat Prabowo Kepada Pimpinan Perguruan Tinggi: Harus Berperan Nyata Dalam Pembangunan
Selain itu, integrasi kurikulum global yakni, penyelarasan kurikulum guna memastikan lulusan memiliki standar kompetensi yang diakui secara internasional. Ketiga akselerasi riset kolaboratif yang fokus pada penelitian multidisiplin yang mampu menjawab tantangan riil di kawasan ASEAN, mulai dari isu ekonomi digital hingga kesehatan mental.
Koordinator Hubungan Internasional Shinawatra University Sasipa Chingtongkham memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas akademik delegasi UPI Y.A.I. Menurutnya, kepakaran dosen-dosen di kampus tersebut khususnya di bidang Psikologi, Ilmu Komunikasi, Ekonomi, dan Teknik merupakan aset berharga bagi ekosistem pendidikan di Thailand.
"Kehadiran perspektif global yang unik dari UPI Y.A.I akan memberikan nilai tambah luar biasa bagi mahasiswa kami. Kami melihat potensi besar dalam mensinergikan kekuatan akademik ini untuk menciptakan lulusan yang memiliki cross-cultural competence (kematangan lintas budaya) yang kuat," ujar Sasipa, Kamis (14/5/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap dinamika pasar kerja ASEAN yang semakin kompetitif. Dengan adanya aliansi ini, mahasiswa UPI Y.A.I tidak hanya dididik untuk menjadi ahli di bidangnya, tetapi juga dipersiapkan sebagai warga global yang mampu beradaptasi dengan budaya kerja internasional.
Program ICT ke-3 ini juga menjadi bukti nyata bahwa UPI Y.A.I terus konsisten menjalankan mandat Tridharma Perguruan Tinggi dengan skala jangkauan yang lebih luas. Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan lahir inovasi-inovasi baru hasil riset bersama yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas di kedua negara.
International Collaboration Trip (ICT) merupakan program tahunan UPI Y.A.I yang menjadi wadah penguatan jejaring internasional, kolaborasi akademik, serta pertukaran budaya dan pengetahuan di tingkat global.
Sebelumnya, ICT pertama telah sukses dilaksanakan pada 2024 dengan tujuan Malaysia dan Singapura, kemudian dilanjutkan dengan ICT kedua pada 2025 di Filipina. Kehadiran ICT ke-3 di Thailand menjadi bentuk konsistensi UPI Y.A.I dalam memperluas kerja sama internasional di kawasan ASEAN.
Baca juga: Kemendiktisaintek Rilis Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal Kampus, Apa Isinya?
Langkah strategis ini sekaligus memperkuat komitmen UPI Y.A.I dalam menjadikan Internationalization sebagai salah satu pilar utama visi pengembangan universitas. Melalui penguatan kerja sama lintas negara, peningkatan mobilitas akademik, riset kolaboratif internasional, serta pengembangan kompetensi global bagi mahasiswa dan dosen, UPI Y.A.I menegaskan arah transformasinya menuju perguruan tinggi berdaya saing internasional yang adaptif terhadap dinamika pendidikan global.
Sinergi ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah komitmen jangka panjang untuk membangun jembatan intelektual di kawasan Asia Tenggara. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) ini menandai babak baru dalam transformasi standar pendidikan kedua negara.
Kerja sama ini dirancang secara komprehensif untuk menyentuh aspek-aspek fundamental dalam pendidikan tinggi modern. Terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus implementasi antara lain, pertukaran pengetahuan mutakhir (Guest Lectures) meliputi dosen-dosen ahli dari kedua universitas akan berbagi panggung akademik untuk memberikan perspektif lintas negara bagi mahasiswa.
Lihat video: Taklimat Prabowo Kepada Pimpinan Perguruan Tinggi: Harus Berperan Nyata Dalam Pembangunan
Selain itu, integrasi kurikulum global yakni, penyelarasan kurikulum guna memastikan lulusan memiliki standar kompetensi yang diakui secara internasional. Ketiga akselerasi riset kolaboratif yang fokus pada penelitian multidisiplin yang mampu menjawab tantangan riil di kawasan ASEAN, mulai dari isu ekonomi digital hingga kesehatan mental.
Koordinator Hubungan Internasional Shinawatra University Sasipa Chingtongkham memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas akademik delegasi UPI Y.A.I. Menurutnya, kepakaran dosen-dosen di kampus tersebut khususnya di bidang Psikologi, Ilmu Komunikasi, Ekonomi, dan Teknik merupakan aset berharga bagi ekosistem pendidikan di Thailand.
"Kehadiran perspektif global yang unik dari UPI Y.A.I akan memberikan nilai tambah luar biasa bagi mahasiswa kami. Kami melihat potensi besar dalam mensinergikan kekuatan akademik ini untuk menciptakan lulusan yang memiliki cross-cultural competence (kematangan lintas budaya) yang kuat," ujar Sasipa, Kamis (14/5/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap dinamika pasar kerja ASEAN yang semakin kompetitif. Dengan adanya aliansi ini, mahasiswa UPI Y.A.I tidak hanya dididik untuk menjadi ahli di bidangnya, tetapi juga dipersiapkan sebagai warga global yang mampu beradaptasi dengan budaya kerja internasional.
Program ICT ke-3 ini juga menjadi bukti nyata bahwa UPI Y.A.I terus konsisten menjalankan mandat Tridharma Perguruan Tinggi dengan skala jangkauan yang lebih luas. Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan lahir inovasi-inovasi baru hasil riset bersama yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas di kedua negara.
(cip)
Lihat Juga :