Terdakwa Serda Edi Sudarko Sebut Andrie Yunus Arogan dan Over Akting

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:59 WIB
loading...
Terdakwa Serda Edi Sudarko...
Terdakwa I Sersan Dua (Serda) Edi Sudarko membeberkan alasannya melakukan penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus di Pengadilan Militer Jakarta. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Terdakwa I Sersan Dua (Serda) Edi Sudarko membeberkan alasannya melakukan penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus di Pengadilan Militer Jakarta. Tindakan tersebut dilakukan karena Andrie Yunus dianggap bersikap arogan dan over akting.

"Kenapa saudara fokus ikuti Andrie Yunus di medsos?" tanya Oditur Militer di persidangan, Rabu (13/5/2026).

"Siap, karena over akting," jawab Terdakwa I.

"Yang dimaksud over akting itu seperti apa?" tanya Oditur lagi.

Baca juga: Pengadilan Militer Jakarta Periksa 4 Terdakwa Kasus Penyiraman Andrie Yunus

"Siap, waktu di video yang viral di Hotel Farimont pada saat di situ ada rapat tertutup pejabat-pejabat TNI dan DPR yang membahas revisi Undang-Undang. Di situlah arogan Andrie Yunus dan over akting dan menginterupsi ke ruang rapat, padahal itu rapat tertutup," katanya.

Serda Edi mengatakan baru bergabung bersama Bais TNI pada 12 November 2025. Sebelumnya, dirinya bertugas di Surabaya. Serda Edi mengaku tidak mengenal secara langsung Andrie Yunus, dan hanya tahu melalui media sosial.

Lihat video: Sidang Perdana Andrie Yunus Dimulai! Plot Twist atau Sesuai Prediksi?


Serda Edi selalu mengikuti Andrie Yunus di media sosial lantaran sikap Andrie Yunus dianggap arogan dan over akting. Sikap itu ditunjukkan Andrie Yunus saat ada rapat tertutup antara pejabat TNI dengan DPR di Hotel Fairmont.

Meski tidak berada di lokasi pada saat kejadian itu, Serda Edi mengaku, berdasarkan video viral yang dilihatnya, dia sangat kesal terhadap sikap Andrie Yunus itu. Andrie Yunus yang menerobos dan menginterupsi rapat tertutup itu dinilainya telah menginjak-injak harga diri TNI. "Apakah terdakwa saat itu berada di Hotel fairmont?" tanya Oditur.

"Siap tidak, saya melihat di video itu," jawabnya.

Serda Edi menjabarkan, usai tahu sikap arogan Andrie Yunus, dia lantas menyampaikannya ke Terdakwa II, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi pada tanggal 9 Maret. Saat itu, respon Tersakwa II memintanya untuk membicarakan hal itu lagi saat berada di mess.

"Setelah punya perasaan atau emosi terpendam pada saudara Andrie Yunus selanjutnya apa yang saudara lakukan rentang waktu dinas di Bais?" tanya Oditur.

"Siap, saya hanya melihat video tersebut rasa emosi saya itu muncul kemudian saya menyampaikan ke terdakwa II. Pas hari Senin 9 Maret, waktu itu kami berdua habis selesai Salat Zuhur berjamaah di Masjid Al Ikhlas," jawab Serda Edi.

"Saya menyampaikan, saya merasa kesal melihat video tersebut Andrie Yunus bersikap arogans, over akting, yang waktu itu di Hotel Fairmont dan tidak punya rasa sopan santun. Saya anggap itu menginjak-injak harga diri TNI," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Hakim Perintahkan Barang...
Hakim Perintahkan Barang Bukti Tumbler hingga Video CCTV Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dimusnahkan
Oditur Militer: Jika...
Oditur Militer: Jika Kita Bisa Lihat Andrie Yunus, Tuntutan Bisa Lebih Tinggi
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Vonis 3 Prajurit TNI...
Vonis 3 Prajurit TNI Bikin Keluarga Kacab Bank Menangis Kecewa
Polda Metro Jaya Tak...
Polda Metro Jaya Tak Bawa Seluruh Bukti di Sidang Praperadilan, TAUD: Hambat Penegakan Hukum
Rekomendasi
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Brasil Lolos ke 16 Besar...
Brasil Lolos ke 16 Besar usai Comeback Dramatis Singkirkan Jepang
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved