President Club Bersama PSAPI dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia Gelar Peluncuran Buku Karya Chappy Hakim
Minggu, 10 Mei 2026 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Chappy, Indonesia perlu belajar membangun industri pertahanan udara yang lebih mandiri, adaptif, dan berbasis teknologi, dengan mengambil pelajaran dari pengalaman Iran menghadapi tekanan geopolitik global. Seperti diketahui, Iran tetap bisa membangun teknologi pertahanan meski bertahun-tahun terkena embargo dan sanksi internasional.
“Konflik Iran dan Amerika telah menciptakan sejarah baru dalam taktik dan strategi perang udara. Kedua negara menunjukkan dominasi kekuatan udara yang kini berkembang ke arah perang siber, mulai dari pemanfaatan artificial intelligence (AI) hingga drone. Saat ini, perang bukan lagi sekadar kekuatan senjata, melainkan telah berubah menjadi perang sistem melawan sistem,” kata Chappy.
Founder and Chairman Jababeka Group sekaligus founder President University dan President Club, Setyono Djuandi (SD) Darmono, mengatakan buku ini penting untuk memperluas wawasan tak hanya bagi kalangan militer, tapi juga akademisi, pembuat kebijakan dan masyarakat luas.
“Saya kira buku ini memang sangat penting, terutama untuk pembuat kebijakan, dalam arti polisi atau tentara yang menjaga udara Indonesia. Buku ini membuka wawasan kita bahwa konflik modern tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan negara besar. Iran menunjukkan bagaimana pertahanan udara yang kuat dan penggunaan drone berbiaya rendah mampu menghadapi sistem persenjataan modern yang jauh lebih mahal,” kata SD Darmono.
“Buku National Air Power hadir pada momentum yang tepat, di tengah dunia yang sedang menyaksikan bagaimana kekuatan udara saling berhadapan dalam konflik Iran dan Amerika Serikat. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, penguasaan wilayah udara bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan strategis yang sangat penting,” kata Executive Director President Club Prof. Chandra Setiawan.
Menanggapi hal itu, Chappy Hakim menyampaikan harapannya agar buku ini bisa bermanfaat bagi banyak orang dan memperkaya literasi kedirgantaraan di Indonesia. “Saya berharap, dengan pengalaman dan sedikit pengetahuan yang saya punya, yang dibuat secara utuh menjadi sebuah buku, bisa turut mencerahkan kehidupan manusia,” pungkasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Hadi Tjahjanto, Panglima TNI periode 2017–2021 dan Kepala Staf Angkatan Udara periode 2017-2018, Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden Prof. Budi Susilo Soepandji, kalangan akademisi, praktisi pertahanan, dan diplomat yang memiliki perhatian terhadap isu geopolitik dan keamanan global.
President Club merupakan sebuah klub bagi pengusaha, akademisi, dan pemerintah sebagai jembatan pengusaha asing maupun lokal dalam hal investasi atau networking. Selama lebih dari 14 tahun, President Club sudah memiliki lebih dari 1.200 member terdiri dari pengusaha, akademisi dan pejabat pemerintahan. President Club ini rutin membuat diskusi setiap bulan dengan topik menarik dan narsum yang kompeten untuk membantu Indonesia mencapai Indonesia Emas di tahun 2045.
Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) atau Indonesia Center for Air Power Studies (ICAPS) adalah wadah studi, kajian, dan pemikiran independen yang mempertemukan praktisi serta akademisi di bidang kedirgantaraan, pertahanan, dan keamanan nasional. Didirikan pada Januari 2019 oleh Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, Prof. Makarim Wibisono dan Prof. Ida Bagus Rahmadi Supancana, PSAPI fokus memajukan wawasan dirgantara dan hukum udara Indonesia.
Yayasan Pustaka Obor Indonesia adalah lembaga kebudayaan non-profit yang bergerak di bidang penerbitan buku-buku intelektual bermutu. Didirikan pada tahun 1978 oleh tokoh pers ternama Mochtar Lubis, yayasan ini fokus pada pengembangan intelektual masyarakat Indonesia melalui literasi di bidang humaniora, sosial, lingkungan, dan demokrasi.
“Konflik Iran dan Amerika telah menciptakan sejarah baru dalam taktik dan strategi perang udara. Kedua negara menunjukkan dominasi kekuatan udara yang kini berkembang ke arah perang siber, mulai dari pemanfaatan artificial intelligence (AI) hingga drone. Saat ini, perang bukan lagi sekadar kekuatan senjata, melainkan telah berubah menjadi perang sistem melawan sistem,” kata Chappy.
Drone murah vs sistem senjata mahal
Founder and Chairman Jababeka Group sekaligus founder President University dan President Club, Setyono Djuandi (SD) Darmono, mengatakan buku ini penting untuk memperluas wawasan tak hanya bagi kalangan militer, tapi juga akademisi, pembuat kebijakan dan masyarakat luas.
“Saya kira buku ini memang sangat penting, terutama untuk pembuat kebijakan, dalam arti polisi atau tentara yang menjaga udara Indonesia. Buku ini membuka wawasan kita bahwa konflik modern tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan negara besar. Iran menunjukkan bagaimana pertahanan udara yang kuat dan penggunaan drone berbiaya rendah mampu menghadapi sistem persenjataan modern yang jauh lebih mahal,” kata SD Darmono.
“Buku National Air Power hadir pada momentum yang tepat, di tengah dunia yang sedang menyaksikan bagaimana kekuatan udara saling berhadapan dalam konflik Iran dan Amerika Serikat. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, penguasaan wilayah udara bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan strategis yang sangat penting,” kata Executive Director President Club Prof. Chandra Setiawan.
Menanggapi hal itu, Chappy Hakim menyampaikan harapannya agar buku ini bisa bermanfaat bagi banyak orang dan memperkaya literasi kedirgantaraan di Indonesia. “Saya berharap, dengan pengalaman dan sedikit pengetahuan yang saya punya, yang dibuat secara utuh menjadi sebuah buku, bisa turut mencerahkan kehidupan manusia,” pungkasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Hadi Tjahjanto, Panglima TNI periode 2017–2021 dan Kepala Staf Angkatan Udara periode 2017-2018, Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden Prof. Budi Susilo Soepandji, kalangan akademisi, praktisi pertahanan, dan diplomat yang memiliki perhatian terhadap isu geopolitik dan keamanan global.
Tentang President Club
President Club merupakan sebuah klub bagi pengusaha, akademisi, dan pemerintah sebagai jembatan pengusaha asing maupun lokal dalam hal investasi atau networking. Selama lebih dari 14 tahun, President Club sudah memiliki lebih dari 1.200 member terdiri dari pengusaha, akademisi dan pejabat pemerintahan. President Club ini rutin membuat diskusi setiap bulan dengan topik menarik dan narsum yang kompeten untuk membantu Indonesia mencapai Indonesia Emas di tahun 2045.
Tentang Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI)
Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) atau Indonesia Center for Air Power Studies (ICAPS) adalah wadah studi, kajian, dan pemikiran independen yang mempertemukan praktisi serta akademisi di bidang kedirgantaraan, pertahanan, dan keamanan nasional. Didirikan pada Januari 2019 oleh Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, Prof. Makarim Wibisono dan Prof. Ida Bagus Rahmadi Supancana, PSAPI fokus memajukan wawasan dirgantara dan hukum udara Indonesia.
Tentang Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Yayasan Pustaka Obor Indonesia adalah lembaga kebudayaan non-profit yang bergerak di bidang penerbitan buku-buku intelektual bermutu. Didirikan pada tahun 1978 oleh tokoh pers ternama Mochtar Lubis, yayasan ini fokus pada pengembangan intelektual masyarakat Indonesia melalui literasi di bidang humaniora, sosial, lingkungan, dan demokrasi.
(rca)
Lihat Juga :