President Club Bersama PSAPI dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia Gelar Peluncuran Buku Karya Chappy Hakim

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:35 WIB
loading...
President Club Bersama...
Peluncuran dan diskusi buku terbaru karya Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim berjudul National Air Power: Belajar dari Perang Iran–Amerika, Kamis (7/5/2026), di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - President Club bersama Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia menggelar peluncuran dan diskusi buku terbaru karya Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim berjudul National Air Power: Belajar dari Perang Iran–Amerika, Kamis (7/5/2026), di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta. Peluncuran buku National Air Power ini menandai bertambahnya sumbangsih pemikiran bagi dunia dirgantara dan pertahanan Indonesia dari salah satu tokoh senior kedirgantaraan Tanah Air.

Kekuatan udara jadi instrumen strategis negara


Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim ialah tokoh militer sekaligus pemikir strategis di bidang kedirgantaraan Indonesia. Ia merupakan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) periode 2002–2005 dan dikenal luas sebagai penulis aktif di bidang kedirgantaraan, pertahanan, dan keamanan.

Sudah lebih dari 50 buku ia tulis dan buku-bukunya menjadi salah satu rujukan utama dalam literasi militer di Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Umum Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) dan aktif mendorong penguatan pemahaman air power dalam konteks geopolitik global.

Dalam buku yang diterbitkan oleh Yayasan Pustaka Obor Indonesia ini, Chappy Hakim membahas bagaimana kekuatan udara saat ini tidak lagi hanya dimaknai sebagai kemampuan militer semata. Tapi juga bagian dari strategi negara dalam menjaga kedaulatannya di tengah dinamika geopolitik global.

President Club Bersama PSAPI dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia Gelar Peluncuran Buku Karya Chappy Hakim


Baca juga: Harga BBM SPBU Swasta Meroket, Solar Milik Vivo dan BP Tembus Rp30.890 per Liter



“Misi dari (meluncurkan) buku sebenarnya ialah untuk menyadarkan kita semua betapa pentingnya wilayah udara kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya mengajak ‘yuk mari kita kelola dengan baik’,” kata Chappy Hakim usai peluncuran buku.

“Kita buat long term strategic planning untuk membangun sistem pertahanan nasional yang di bawahnya ada subsistem yang bernama Sistem Pertahanan Udara Nasional. Karena pelajaran dari konflik di Timur-Tengah menunjukkan bahwa musuh sangat mudah menyerang sebuah negara melalui udara. Itu yang sangat prinsip,” sambungnya.

Pandangan tersebut kemudian dituangkan Chappy Hakim secara lebih mendalam melalui buku National Air Power. Lewat buku tersebut, pembaca diajak melihat secara komprehensif konsep national air power atau kekuatan udara nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Rekomendasi
Pelanggaran Lawan Arah...
Pelanggaran Lawan Arah Masih Jadi Ancaman Keselamatan Berlalu Lintas
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
Bahaya Harta : Ketika...
Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
Berita Terkini
Tok! Bos Blueray John...
Tok! Bos Blueray John Field Divonis 2 Tahun Penjara Dalam Kasus Suap Bea Cukai
Melayat ke Rumah Duka,...
Melayat ke Rumah Duka, Jokowi Kenang Rachmat Gobel sebagai Pribadi yang Baik dan Pekerja Keras
Harlah ke-28, PKB Canangkan...
Harlah ke-28, PKB Canangkan Gerakan Tanam Sejuta Pohon Nasional
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Ternyata Tak Tercatat di LHKPN
6 Pernyataan Jampidsus...
6 Pernyataan Jampidsus setelah Polri Usut 3 Kasus Dugaan Korupsi
Polri Sita Uang Rp476...
Polri Sita Uang Rp476 Miliar dari Rumah di Sentul, Jampidsus: Dapat Dipertanggungjawabkan
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved