Hardiknas 2026, Staf Khusus Menag Rayakan Bersama 38 Anak Pemulung, Komitmen Beri Beasiswa
Sabtu, 02 Mei 2026 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
Selain pendidikan, anak-anak juga mendapatkan makan gratis setiap hari belajar. Dukungan dari masyarakat sekitar, khususnya para orang tua siswa yang turut bergotong royong, menjadi kekuatan utama keberlangsungan kegiatan ini. Bahkan, kebutuhan dasar seperti obat-obatan sederhana juga disediakan secara mandiri.
Baca juga: Hardiknas 2026, Mendikdasmen Sampaikan Terima Kasih kepada Guru di Seluruh Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, para pengelola juga menyampaikan harapan dan doa. “Di tempat yang sederhana ini kami bersyukur Bapak Gugun berkenan hadir. Semoga Bapak Gugun selalu sehat dan terus menjadi pelayan umat yang diberkati Tuhan,” ujar mereka.
Gugun Gumilar menyampaikan apresiasi dan rasa harunya atas dedikasi para pendiri dan relawan. Ia menilai, inisiatif ini merupakan contoh nyata semangat gotong royong dan kepedulian lintas iman dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Ini adalah ketulusan yang luar biasa. Pendirinya seorang Kristen, dan murid-muridnya muslim. Para pengajar berasal dari latar belakang berbeda. Ada 6 Kristen dan 1 Muslim. Saya terharu, semuanya bersatu untuk satu tujuan, yaitu memberikan pendidikan bagi anak-anak tanpa melihat perbedaan. Ini adalah nilai yang sangat mulia,” ujar Gugun.
Ia juga menegaskan komitmennya bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak Indonesia.
Baca juga: Hardiknas 2026, Mendikdasmen Sampaikan Terima Kasih kepada Guru di Seluruh Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, para pengelola juga menyampaikan harapan dan doa. “Di tempat yang sederhana ini kami bersyukur Bapak Gugun berkenan hadir. Semoga Bapak Gugun selalu sehat dan terus menjadi pelayan umat yang diberkati Tuhan,” ujar mereka.
Gugun Gumilar menyampaikan apresiasi dan rasa harunya atas dedikasi para pendiri dan relawan. Ia menilai, inisiatif ini merupakan contoh nyata semangat gotong royong dan kepedulian lintas iman dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Ini adalah ketulusan yang luar biasa. Pendirinya seorang Kristen, dan murid-muridnya muslim. Para pengajar berasal dari latar belakang berbeda. Ada 6 Kristen dan 1 Muslim. Saya terharu, semuanya bersatu untuk satu tujuan, yaitu memberikan pendidikan bagi anak-anak tanpa melihat perbedaan. Ini adalah nilai yang sangat mulia,” ujar Gugun.
Ia juga menegaskan komitmennya bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak Indonesia.
Lihat Juga :