Rocky Gerung Kritik Gagasan Purbaya Pajaki Kapal di Selat Malaka, China Akan Marah!
Jum'at, 24 April 2026 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
“Ngapain mau mencekik Selat Malaka yang adalah milik dari Singapura, Malaysia, Indonesia. Lain dengan Hormuz, itu cuma punya Iran,” ujarnya.
Rocky menyoroti tingginya lalu lintas kapal di Selat Malaka, termasuk kapal pengangkut minyak menuju China. Ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut bisa memicu reaksi dari negara lain.
“Dan kita tahu Malaka itu, seluruh vessel pengangkut minyak China itu lewat di situ. Setiap hari ada seratus ribu traffic di situ. Jadi coba Anda bayangkan, kalau itu terjadi, China akan marah. Karena menghalangi pembuluh darah, menghalangi nasib rakyat China,” ucapnya.
Baca juga: Candaan Indonesia 'Palak' Kapal di Selat Malaka Ditentang Malaysia dan Singapura
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengemukakan potensi besar Indonesia dalam memanfaatkan jalur perdagangan strategis dunia, khususnya Selat Malaka. Dia menilai posisi tersebut belum dioptimalkan untuk memberikan kontribusi pendapatan negara.
Rocky menyoroti tingginya lalu lintas kapal di Selat Malaka, termasuk kapal pengangkut minyak menuju China. Ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut bisa memicu reaksi dari negara lain.
“Dan kita tahu Malaka itu, seluruh vessel pengangkut minyak China itu lewat di situ. Setiap hari ada seratus ribu traffic di situ. Jadi coba Anda bayangkan, kalau itu terjadi, China akan marah. Karena menghalangi pembuluh darah, menghalangi nasib rakyat China,” ucapnya.
Baca juga: Candaan Indonesia 'Palak' Kapal di Selat Malaka Ditentang Malaysia dan Singapura
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengemukakan potensi besar Indonesia dalam memanfaatkan jalur perdagangan strategis dunia, khususnya Selat Malaka. Dia menilai posisi tersebut belum dioptimalkan untuk memberikan kontribusi pendapatan negara.
Lihat Juga :