Menteri PPPA: Kampus Harus Aman, Inklusif, dan Bebas dari Kekerasan bagi Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 - 10:21 WIB
loading...
A
A
A
Arifah menerangkan, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah dapat dikoordinasikan untuk mendapat pendampingan terpadu oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
Selain itu, Kemen PPPA terus mengoptimalkan layanan pengaduan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 serta mengembangkan mekanisme pelaporan melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) dengan pendekatan manajemen kasus.
Dia turut menyampaikan strategi yang tidak kalah pentingnya dengan menerapkan Perguruan Tinggi yang Responsif Gender (PTRG) yaitu mengupayakan institusi pendidikan yang secara sadar dan sistematis mengintegrasikan perspektif keadilan dan kesetaraan gender dalam kebijakan, perencanaan, penganggaran, kurikulum, serta penyediaan fasilitas dan layanan.
“Melalui upaya tersebut, kampus lebih dapat mengakomodasi kebutuhan spesifik laki-laki dan perempuan, serta menghilangkan terjadinya diskriminasi. Kebijakan dan tata kelola yang responsif gender perlu terus menerus dilaksanakan, salah satunya menerapkan zero tolerance terhadap Kekerasan,” tandasnya.
Selain itu, Kemen PPPA terus mengoptimalkan layanan pengaduan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 serta mengembangkan mekanisme pelaporan melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) dengan pendekatan manajemen kasus.
Dia turut menyampaikan strategi yang tidak kalah pentingnya dengan menerapkan Perguruan Tinggi yang Responsif Gender (PTRG) yaitu mengupayakan institusi pendidikan yang secara sadar dan sistematis mengintegrasikan perspektif keadilan dan kesetaraan gender dalam kebijakan, perencanaan, penganggaran, kurikulum, serta penyediaan fasilitas dan layanan.
“Melalui upaya tersebut, kampus lebih dapat mengakomodasi kebutuhan spesifik laki-laki dan perempuan, serta menghilangkan terjadinya diskriminasi. Kebijakan dan tata kelola yang responsif gender perlu terus menerus dilaksanakan, salah satunya menerapkan zero tolerance terhadap Kekerasan,” tandasnya.
(cip)
Lihat Juga :