BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Berlangsung Lebih Panjang
Jum'at, 17 April 2026 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Guswanto menjelaskan fenomena El Nino dengan intensitas tinggi atau belakangan disebut istilah “El Nino Godzilla” bukan merupakan terminologi resmi dalam ilmu klimatologi maupun dalam komunikasi publik.
“Dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, BMKG senantiasa menggunakan istilah serta hasil analisis ilmiah berbasis data untuk menggambarkan kondisi dan potensi perkembangan iklim secara akurat, objektif, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Terkait hal tersebut, Guwanto mendorong kesiapan pemerintah dalam menghadapi El Nino, termasuk langkah mitigasi dan koordinasi antar instansi.
Sementara itu, Wakapolri, Dedi Prasetyo, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla. “Kami meminta seluruh jajaran di daerah menjalin kerja sama dengan instansi terkait. Libatkan semua elemen, mulai dari dinas, relawan, hingga akademisi, untuk memperkuat penanganan di lapangan,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini menegaskan pentingnya sinergi antarkementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta aparat keamanan dalam menghadapi potensi dampak anomali iklim di Indonesia. Melalui koordinasi yang kuat, langkah deteksi dini, mitigasi, dan pengelolaan risiko diharapkan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan efektif di seluruh wilayah Indonesia.
“Dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, BMKG senantiasa menggunakan istilah serta hasil analisis ilmiah berbasis data untuk menggambarkan kondisi dan potensi perkembangan iklim secara akurat, objektif, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Terkait hal tersebut, Guwanto mendorong kesiapan pemerintah dalam menghadapi El Nino, termasuk langkah mitigasi dan koordinasi antar instansi.
Sementara itu, Wakapolri, Dedi Prasetyo, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla. “Kami meminta seluruh jajaran di daerah menjalin kerja sama dengan instansi terkait. Libatkan semua elemen, mulai dari dinas, relawan, hingga akademisi, untuk memperkuat penanganan di lapangan,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini menegaskan pentingnya sinergi antarkementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta aparat keamanan dalam menghadapi potensi dampak anomali iklim di Indonesia. Melalui koordinasi yang kuat, langkah deteksi dini, mitigasi, dan pengelolaan risiko diharapkan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan efektif di seluruh wilayah Indonesia.
(cip)
Lihat Juga :