Tepis Isu Negatif dan 'Gerakan Juni', Mardiono Tekankan Pentingnya Stabilitas Nasional
Rabu, 15 April 2026 - 12:28 WIB
loading...
A
A
A
“Pemerintah tidak menutup mata terhadap kekurangan. Justru itu menjadi bagian dari proses koreksi dan penyempurnaan. Tetapi kekurangan tidak boleh dijadikan alat untuk melemahkan kepercayaan publik terhadap program yang jelas-jelas berpihak kepada rakyat,” ungkapnya.
Mardiono juga tidak menampik adanya oknum yang mencoba memanfaatkan program MBG untuk kepentingan pribadi. Namun menurutnya, hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan program yang manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat.
“Kalau ada oknum yang menyimpang, maka oknumnya yang harus ditindak tegas. Bukan programnya yang dihentikan. Di saat yang sama, pemerintah akan memperbaiki celah regulasi agar ke depan implementasi program ini semakin akuntabel dan tepat sasaran,” tegasnya.
Lebih jauh, Mardiono menegaskan bahwa arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto saat ini adalah melakukan pembenahan mendasar terhadap tata kelola ekonomi nasional, termasuk menghentikan praktik-praktik lama yang merugikan negara, khususnya dalam pengelolaan kekayaan alam.
“Kita tidak boleh menutup mata bahwa selama ini terdapat kebocoran dan praktik koruptif dalam pengelolaan sumber daya alam. Presiden Prabowo sedang melakukan koreksi besar agar kekayaan alam bangsa ini tidak lagi dinikmati oleh segelintir pihak,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi yang dilakukan pemerintah bertujuan membangun struktur ekonomi yang adil dan berdaulat. “Yang sedang dibangun hari ini adalah ekonomi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Bukan ekonomi dari rakyat yang kemudian hanya mengalir kepada oligarki. Ini adalah garis kebijakan yang tegas dan tidak bisa ditawar,” ujar Mardiono.
Mardiono juga tidak menampik adanya oknum yang mencoba memanfaatkan program MBG untuk kepentingan pribadi. Namun menurutnya, hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan program yang manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat.
“Kalau ada oknum yang menyimpang, maka oknumnya yang harus ditindak tegas. Bukan programnya yang dihentikan. Di saat yang sama, pemerintah akan memperbaiki celah regulasi agar ke depan implementasi program ini semakin akuntabel dan tepat sasaran,” tegasnya.
Lebih jauh, Mardiono menegaskan bahwa arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto saat ini adalah melakukan pembenahan mendasar terhadap tata kelola ekonomi nasional, termasuk menghentikan praktik-praktik lama yang merugikan negara, khususnya dalam pengelolaan kekayaan alam.
“Kita tidak boleh menutup mata bahwa selama ini terdapat kebocoran dan praktik koruptif dalam pengelolaan sumber daya alam. Presiden Prabowo sedang melakukan koreksi besar agar kekayaan alam bangsa ini tidak lagi dinikmati oleh segelintir pihak,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi yang dilakukan pemerintah bertujuan membangun struktur ekonomi yang adil dan berdaulat. “Yang sedang dibangun hari ini adalah ekonomi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Bukan ekonomi dari rakyat yang kemudian hanya mengalir kepada oligarki. Ini adalah garis kebijakan yang tegas dan tidak bisa ditawar,” ujar Mardiono.
Lihat Juga :