Pakistan Jadi Lokasi Perundingan Iran-Amerika, Pengamat Militer: Islamabad Miliki Diplomasi Unik

Sabtu, 11 April 2026 - 23:46 WIB
loading...
Pakistan Jadi Lokasi...
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance. Foto/x
A A A
JAKARTA - Republik Islam Iran memilih Pakistan sebagai lokasi perundingan dengan Amerika Serikat (AS). Keputusan tersebut lantaran Pakistan dianggap sebagai negara netral.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengungkap alasan utama mengapa Islamabad dipilih sebagai lokasi perundingan. Menurut Nuning, panggilan akrabnya, Pakistan dianggap sebagai mediator yang dipercaya kedua pihak.

”Pakistan memiliki hubungan diplomatik yang unik dan terpercaya, mampu berdialog dengan Washington, Amerika Serikat sekaligus menjaga komunikasi dengan Teheran, Iran,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Baca juga: Delegasi Iran Tiba di Pakistan untuk Perundingan dengan AS

Mantan anggota Komisi I DPR ini menyebut, PM Pakistan Shehbaz Sharif dan Panglima Militer Jenderal Asim Munir memainkan peran kunci sebagai perantara aktif di saat jalur diplomatik formal terputus.

“Pakistan dianggap negara netral dengan pengaruh geopolitik. Pakistan dianggap sebagai tempat yang cukup netral dan strategis. Iran adalah tetangga terdekat, sementara AS adalah mitra strategis dalam isu-isu tertentu. Kepercayaan dari kedua belah pihak ini jarang dimiliki negara lain,” ujarnya.

Lihat video: PANAS! Menlu Iran & Wapres AS Tiba di Pakistan, Sinyal Negosiasi Damai Dimulai!


Menurut Nuning, Islamabad dipandang berhasil memfasilitasi komunikasi darurat yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu yang diumumkan oleh AS dan Iran untuk mencegah eskalasi perang lebih luas.

“Pengalaman diplomatic, Pakistan sering kali berhasil menjadi penengah dalam krisis regional, menjadikan ibu kotanya tempat yang aman dan kondusif untuk perundingan sensitive,” ucapnya.

Pertemuan di Islamabad ini, kata Nuning, menggunakan format "Shuttle Diplomacy" di mana delegasi AS dan Iran tidak langsung bertatap muka melainkan berada di ruangan terpisah di mana para pejabat menyampaikan proposal satu sama lain, serupa dengan perundingan yang dimediasi Oman sebelumnya.

“Pemerintah Pakistan menetapkan Islamabad sebagai zona aman (red zone) dengan fasilitas keamanan tingkat tinggi,” katanya.

Yang perlu digarisbawahi dalam perundingan kali ini, Pakistan meminta keterlibatan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance karena dinilai lebih akseptabel dalam perundingan, mengingat sikap awalnya yang menentang operasi militer AS-Israel terhadap Iran.

Vance memimpin delegasi yang mencakup utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner, menandai pembicaraan tatap muka tertinggi sejak 1979. Konteks Lokasi Islamabad, Pakistan dipilih sebagai tempat pertemuan netral untuk upaya diplomasi ini.

“Menurut saya, keberhasilan gencatan senjata dan setelahnya hanya bisa dicapai bila semua pihak berperang dan sekutunya sepakat menyudahi perang,” ucapnya.

Iran tampaknya masih ragu bahwa perundingan damai ini dapat menghentikan perang. Nuning melihat Iran tetap menyiapkan rudal ganda sebagai tanda tidak yakin AS-Israel patuh pada aturan gencatan senjata.

Mengenai situasi Selat Hormuz per 11 April 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan komitmen untuk membuka jalur maritim vital ini secepatnya. Sementara itu, Iran mengindikasikan akan memungut biaya atau membatasi akses, namun gencatan senjata diharapkan memulihkan lalu lintas.

“Sejauh ini ada tanda-tanda Pemulihan seperti yang disampaikan Wakil Presiden AS JD Vance mencatat peningkatan aktivitas pelayaran awal sebagai tanda positif pemulihan, yang mulai menurunkan harga minyak. JD Vance menekankan fokus negosiasi Pembicaraan damai di Pakistan pada penghentian konflik permanen, dengan pembukaan selat sebagai syarat utama AS,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Rekomendasi
Ruben Onsu Resmi Daftarkan...
Ruben Onsu Resmi Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak, Sidang Perdana 15 Juli 2026
Sebastian Beccacece...
Sebastian Beccacece Mundur Setelah Ekuador Tersingkir di Piala Dunia 2026
Suasana Jelang Sidang...
Suasana Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa, TNI-Polri dan Rantis Brimob Bersiaga di PN Jaktim
Berita Terkini
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Kita Tidak Ada Sponsor, Bohir Kita Hanya Allah
Vonis Nadiem Makarim,...
Vonis Nadiem Makarim, Kejaksaan Dinilai Cerdas Bongkar Korupsi Kebijakan Chromebook
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved