Ekspor Tersendat, Harga Jual Benih Lobster Terjun Bebas

Sabtu, 19 September 2020 - 02:03 WIB
loading...
Ekspor Tersendat, Harga...
Dibukanya keran ekspor benih lobster atau benur ke luar negeri oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ternyata belum berbuah manis bagi nelayan lobster dalam negeri. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dibukanya keran ekspor benih lobster atau benur ke luar negeri oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ternyata belum berbuah manis bagi nelayan lobster dalam negeri. Dalam sepekan, tercatat harga beli benih lobster atau benur di tingkat nelayan terjun bebas.

Yugo, nelayan asal Cilacap, Jawa Tengah mengaku harga jual benur semakin lama semakin kendur. Di masa jaya beberapa waktu lalu, dia merasakan nikmatnya menjual benur dengan harga Rp11.000 per ekor. Namun, kini dia hanya menerima Rp3.500 per ekor.

"Harganya turun drastis, makanya saya sama teman-teman (mungkin) beralih cari ikan layur," kata Yugo, Jumat (18/9/2020). (Baca juga: Diserang DPR Buka Ekspor Benih Lobster, Edhy Prabowo Ngeles Ingin Bantu Nelayan)

Senada dengan Yugo, Anjas, nelayan lobster asal Palabuhan Ratu, Jawa Barat mengaku kerap merugi. Biaya operasional mencari lobster tak sebanding dengan nilai jual. Terlebih lagi, saat cuaca buruk nelayan semakin sulit menangkap benur.

"Sekali melaut bisa menghabiskan Rp1,8 juta sampai Rp2 juta lebih, sedangkan saat cuaca buruk gini paling hanya bisa dapat 150 ekor. Kalau dijual Rp3.500 per ekor ya itung aja mas berapa banyak ruginya," ujar Anjas.

Winanto, nelayan lobster asal Trenggalek, Jawa Timur menambahkan, turunnya harga jual lobster ditengarai akibat adanya gagal kirim perusahaan pengantong izin ekspor akibat sidak dari Bea Cukai pada 14 September 2020. Pengiriman lobster ke luar negeri yang tertahan membuat nilai jual lobster para nelayan lesu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Qodari Tegaskan Presiden...
Qodari Tegaskan Presiden Prabowo Perkuat Pengawasan Ekspor demi Jalankan Pasal 33 UUD 1945
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Bali Berhasil Bongkar TPPO KM Awindo A2
Indonesia Ekspor 250...
Indonesia Ekspor 250 Ribu Ton Pupuk Urea ke Australia, PM Albanese Terima Kasih ke Prabowo
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
Rekomendasi
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved