Tim Investigasi Independen Ungkap Peran 16 Terduga Penyiram Air Keras Andrie Yunus
Kamis, 09 April 2026 - 19:04 WIB
loading...
A
A
A
Ravio menjelaskan, timnya melakukan pemetaan terbalik untuk menelusuri pergerakan para pelaku sebelum kejadian. Sedikitnya 34 rekaman CCTV telah didalami dalam investigasi ini. “Kami peroleh menggunakan pemetaan terbalik. Kita akan lihat kronologinya dari belakang sampai ke beberapa jam sebelum terjadi aksi teror,” ujarnya.
Lihat video: Andrie Yunus Jalani Cangkok Kulit dan Operasi Debridement
Dari rekaman tersebut, terlihat adanya koordinasi intens antar pelaku di sejumlah titik sebelum terjadi aksi penyerangan, termasuk di kawasan Diponegoro dan sekitar YLBHI. Para pelaku juga disebut berpindah posisi dan melakukan komunikasi sebelum eksekusi.
“Jelas-jelas orang-orang ini saling mengenal, bukan orang-orang random tapi ini orang-orang yang saling mengenal dan sedang beraktivitas bersama,” papar Ravio.
Dalam pemaparan, disebutkan korban mulai dibuntuti sejak keluar dari Gedung YLBHI usai mengikuti kegiatan. Sejumlah orang diduga memberikan kode kepada eksekutor bahwa korban telah bergerak.
Serangan terjadi saat korban melintas di kawasan Salemba. Dua pelaku mendekat menggunakan sepeda motor dan menyiramkan cairan keras ke tubuh korban.
“Terjadi penyiraman terhadap Andri, Andri oleng, jatuh, kemudian berteriak kepanasan karena mengalami luka bakar instan,” ungkap Ravio.
Ia juga mengungkap dampak serius dari cairan tersebut terhadap tubuh korban. “Baju Andrie melepuh, meleleh tas, singlet, sepeda motor itu semua ada bagian yang meleleh. Sekuat itu cairan air keras yang disiramkan,” ujarnya.
Lihat video: Andrie Yunus Jalani Cangkok Kulit dan Operasi Debridement
Dari rekaman tersebut, terlihat adanya koordinasi intens antar pelaku di sejumlah titik sebelum terjadi aksi penyerangan, termasuk di kawasan Diponegoro dan sekitar YLBHI. Para pelaku juga disebut berpindah posisi dan melakukan komunikasi sebelum eksekusi.
“Jelas-jelas orang-orang ini saling mengenal, bukan orang-orang random tapi ini orang-orang yang saling mengenal dan sedang beraktivitas bersama,” papar Ravio.
Dalam pemaparan, disebutkan korban mulai dibuntuti sejak keluar dari Gedung YLBHI usai mengikuti kegiatan. Sejumlah orang diduga memberikan kode kepada eksekutor bahwa korban telah bergerak.
Serangan terjadi saat korban melintas di kawasan Salemba. Dua pelaku mendekat menggunakan sepeda motor dan menyiramkan cairan keras ke tubuh korban.
“Terjadi penyiraman terhadap Andri, Andri oleng, jatuh, kemudian berteriak kepanasan karena mengalami luka bakar instan,” ungkap Ravio.
Ia juga mengungkap dampak serius dari cairan tersebut terhadap tubuh korban. “Baju Andrie melepuh, meleleh tas, singlet, sepeda motor itu semua ada bagian yang meleleh. Sekuat itu cairan air keras yang disiramkan,” ujarnya.
Lihat Juga :