Prajurit TNI Penjaga Perdamaian di Lebanon Diserang Israel, 1 Gugur 3 Terluka, Ini Identitasnya
Senin, 30 Maret 2026 - 12:03 WIB
loading...
Prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon menjadi korban serangan Israel, Minggu (29/3). Seorang prajurit tewas dan 3 terluka. Foto/United Nations Peacekeeping
A
A
A
JAKARTA - Prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon menjadi korban serangan Israel, pada Minggu (29/3). Salah satu prajurit TNI gugur dalam insiden tersebut. Karo Infohan Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait menyebut dari tiga prajurit yang mengalami luka, seorang mengalami luka berat.
Sedangkan prajurit TNI yang menjadi korban tewas bernama Farizal Rhomadhon (28).
Baca juga: 1 Prajurit TNI Pasukan Perdamaian RI Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon
"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Rico saat dikonfirmasi, Senin (30/3).
Adapun, serangan tidak langsung itu terjadi di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr. Serangan ini merupakan situasi di tengah meningkatkan permusuhan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.
"Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," kata Rico.
Baca juga: Profil Mayjen (Purn) Soenarko, Mantan Danjen Kopassus yang Pimpin Para Jenderal Gugat Polda Metro Jaya soal Ijazah Jokowi
Terpisah, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X, @Kemlu_RI mengecam keras serangan yang menimpa pasukan perdamaian tersebut. Serta menyerukan agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan.
"Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," tulis akun @Kemlu_RI.
Pemerintah Indonesia memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada penjaga perdamaian yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional. Serta menyampaikan duka cita yang mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan.
"Pikiran dan doa kami menyertai keluarga yang ditinggalkan, serta kami mendoakan kesembuhan yang penuh dan cepat bagi personel yang terluka," ucapnya.
Kemlu RI memastikan akan bekerjasama dengan UNIFIL untuk pemulangan jenazah secepatnya. Serta memberikan perawatan medis terbaik bagi prajurit yang terluka.
"Keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian PBB harus sepenuhnya dihormati setiap saat, sesuai dengan hukum internasional. Segala bentuk tindakan yang membahayakan penjaga perdamaian tidak dapat diterima dan merusak upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas," jelasnya.
Pemerintah Indonesia mengecam tindakan Israel dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon. Juga mendesak agar segera menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke jalur dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mendorong perdamaian.
"Indonesia tetap menjalin koordinasi erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara saksama," pungkasnya.
Sedangkan prajurit TNI yang menjadi korban tewas bernama Farizal Rhomadhon (28).
Baca juga: 1 Prajurit TNI Pasukan Perdamaian RI Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon
"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Rico saat dikonfirmasi, Senin (30/3).
Adapun, serangan tidak langsung itu terjadi di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr. Serangan ini merupakan situasi di tengah meningkatkan permusuhan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.
"Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," kata Rico.
Baca juga: Profil Mayjen (Purn) Soenarko, Mantan Danjen Kopassus yang Pimpin Para Jenderal Gugat Polda Metro Jaya soal Ijazah Jokowi
Terpisah, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X, @Kemlu_RI mengecam keras serangan yang menimpa pasukan perdamaian tersebut. Serta menyerukan agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan.
"Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," tulis akun @Kemlu_RI.
Pemerintah Indonesia memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada penjaga perdamaian yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional. Serta menyampaikan duka cita yang mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan.
"Pikiran dan doa kami menyertai keluarga yang ditinggalkan, serta kami mendoakan kesembuhan yang penuh dan cepat bagi personel yang terluka," ucapnya.
Kemlu RI memastikan akan bekerjasama dengan UNIFIL untuk pemulangan jenazah secepatnya. Serta memberikan perawatan medis terbaik bagi prajurit yang terluka.
"Keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian PBB harus sepenuhnya dihormati setiap saat, sesuai dengan hukum internasional. Segala bentuk tindakan yang membahayakan penjaga perdamaian tidak dapat diterima dan merusak upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas," jelasnya.
Pemerintah Indonesia mengecam tindakan Israel dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon. Juga mendesak agar segera menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke jalur dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mendorong perdamaian.
"Indonesia tetap menjalin koordinasi erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara saksama," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :