Pengamat Militer: Mundurnya Kepala BAIS TNI untuk Jaga Objektivitas Penyidikan
Jum'at, 27 Maret 2026 - 22:20 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Kasus Aktivis Memanas, Kepala BAIS Lepas Jabatan
"Sesungguhnya (mundur dari jabatan) bagus jika hal ini juga dilaksanakan Polri. Tetapi Tidak bisa apple to apple secara otomatis diberlakukan sama apa yang terjadi di TNI dengan yang terjadi di Polri. Harus ada regulasi yang mengatur," ucapnya.
Sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyebut jabatan Kepala BAIS yang dijabat Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah diserahkan terimakan.
"Sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais. TNI serius dalam melakukan pembenahan internal, terutama bidang penegakan hukum," kata Aulia di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 25 Maret 2026
Hingga kini, tercatat ada empat anggota BAIS yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Mereka adalah yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, Serda ES.
Mereka telah ditetapkan sebagai terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Hingga saat ini, keempat terduga pelaku masih dalam proses pemeriksaan tim penyelidik internal TNI.
"Sesungguhnya (mundur dari jabatan) bagus jika hal ini juga dilaksanakan Polri. Tetapi Tidak bisa apple to apple secara otomatis diberlakukan sama apa yang terjadi di TNI dengan yang terjadi di Polri. Harus ada regulasi yang mengatur," ucapnya.
Sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyebut jabatan Kepala BAIS yang dijabat Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah diserahkan terimakan.
"Sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais. TNI serius dalam melakukan pembenahan internal, terutama bidang penegakan hukum," kata Aulia di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 25 Maret 2026
Hingga kini, tercatat ada empat anggota BAIS yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Mereka adalah yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, Serda ES.
Mereka telah ditetapkan sebagai terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Hingga saat ini, keempat terduga pelaku masih dalam proses pemeriksaan tim penyelidik internal TNI.
(cip)
Lihat Juga :