Elektrifikasi Ojol Hemat Subsidi BBM dan Wujudkan Ketahanan Energi

Jum'at, 27 Maret 2026 - 14:42 WIB
loading...
Elektrifikasi Ojol Hemat...
Elektrifikasi kendaraan roda dua di sektor ojek online (ojol) dan logistik dapat menjadi langkah paling rasional untuk menekan beban subsidi BBM. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kepala Center of Food, Energy, and Sustainable Development Institute for Development of Economics and Finance Abra Talattov menilai elektrifikasi kendaraan roda dua di sektor ojek online (ojol) dan logistik dapat menjadi langkah paling rasional untuk menekan beban subsidi BBM. Hal itu juga bisa memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kalau kita asumsikan ada sekitar 7 juta pengemudi, maka konsumsi bisa mencapai 35–70 juta liter per hari. Dalam setahun, itu setara dengan sekitar 12,7–25,5 miliar liter BBM,” ujar Abra, Jumat (27/3/2026).

Menurut Abra, sektor ojek online dan logistik merupakan target paling efektif karena memiliki tingkat konsumsi BBM yang besar dan konsisten setiap hari. Ia memperkirakan satu pengemudi ojek online rata-rata mengonsumsi sekitar 5–10 liter BBM per hari.

Baca juga: AC-Lampu Gedung DPR Bakal Dimatikan Pukul 20.00 WIB Demi Hemat Energi



Dengan angka konsumsi sebesar itu, menurutnya, pengalihan sebagian penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil ke motor listrik akan memberikan dampak signifikan terhadap penghematan subsidi energi. Bahkan, jika hanya 20%–30% pengemudi beralih ke motor listrik, potensi penghematan BBM diperkirakan mencapai 2,5–7,5 miliar liter per tahun.

“Dengan asumsi subsidi rata-rata sekitar Rp1.500 sampai Rp2.000 per liter, potensi penghematan fiskal bisa mencapai Rp3,7 sampai Rp15 triliun per tahun. Ini angka yang sangat signifikan untuk mulai mengurangi tekanan terhadap APBN,” jelasnya.

Abra menilai agar transisi berjalan cepat, pemerintah perlu memberikan insentif yang cukup agresif dan menarik bagi pengemudi ojek online. Ia menyebut kisaran insentif sebesar Rp6 juta hingga Rp10 juta per unit masih realistis, terutama jika dikombinasikan dengan skema pembiayaan ringan.

“Jika ditambah dengan skema kredit berbunga rendah atau cicilan ringan di bawah Rp500.000 per bulan, minat driver ojol untuk beralih ke motor listrik akan meningkat,” ujarnya.

Menurut Abra, skema tersebut pada dasarnya menggeser subsidi dari pola konsumtif menjadi investasi jangka panjang yang lebih produktif. Dalam kurun waktu 2–3 tahun, penghematan subsidi BBM yang dihasilkan dinilai sudah mampu menutup biaya insentif awal yang dikeluarkan pemerintah.

“Setelah itu, penghematan tersebut akan menjadi net saving bagi negara,” kata Abra.

Selain menguntungkan fiskal negara, paparnya, peralihan ke motor listrik juga dinilai berdampak langsung terhadap kesejahteraan pengemudi. Biaya operasional kendaraan listrik yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak akan meningkatkan margin pendapatan harian pengemudi.

“Pada saatnya nanti, pendapatan bersih pengemudi meningkat dan daya beli mereka ikut naik. Jadi manfaatnya bukan hanya untuk APBN, tetapi juga langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat Soroti Dukungan...
Pengamat Soroti Dukungan Sejumlah Driver Ojol untuk Nadiem di Sidang Korupsi Chromebook
Prabowo di KTT ke-48...
Prabowo di KTT ke-48 ASEAN: Ketahanan Energi Salah Satu Isu Penting yang Kita Hadapi Saat Ini
Muhammadiyah Terbitkan...
Muhammadiyah Terbitkan Edaran Efisiensi dan Hidup Hemat: Kurangi Kegiatan Seremonial hingga Perjalanan Luar Negeri
Prabowo Teken Aturan...
Prabowo Teken Aturan Potongan Aplikator 8%, Driver Ojol: Semoga Aplikator Patuh
Prabowo Teken Perpres...
Prabowo Teken Perpres Perlindungan Ojol, Minimal 92% Pendapatan untuk Pengemudi
Prabowo Berkomitmen...
Prabowo Berkomitmen Bakal Memangkas Potongan Ojol dari 20% Jadi 8%
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Rekomendasi
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Prancis vs Senegal:...
Prancis vs Senegal: Ulangan Kejutan 2002?
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Berita Terkini
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved