Puspom TNI Masih Proses Penyidikan Keterlibatan 4 Prajurit yang Siram Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
Senin, 23 Maret 2026 - 23:43 WIB
loading...
Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan Puspom TNI masih melakukan proses penyidikan 4 prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan Puspom TNI masih melakukan proses penyidikan 4 prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus . Penanganan perkaranya saat ini masih berjalan.
"Perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini proses penyidikan terhadap 4 personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Sdr AY sedang berjalan," ujar Aulia, Senin (23/3/2026).
Baca juga: RSCM Ungkap Kondisi Aktivis KontraS Andrie Yunus Kini Telah Stabil
Dia meminta publik menunggu hasil penyidikan yang dilakukan Puspom TNI. Pihaknya berkomitmen melakukan penyidikan kasus ini secara transparan.
Seperti diberitakan, 4 prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Andrie Yunus berasal dari Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Para terduga itu diserahkan langsung Denma BAIS TNI ke Puspom TNI pada Rabu (18/3/2026).
Empat prajurit yang terlibat yaitu Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, serta Serda ES. Mereka berasal dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).
Andrie dilarikan ke RSCM akibat disiram air keras oleh orang tak dikenal yang mengenai wajah dan beberapa bagian tubuhnya. Dia datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat (13/3/2026) dengan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.
Setibanya di IGD, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka.
Dari pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa pasien mengalami luka bakar sekitar 20% pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. Kondisi itu menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea.
"Perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini proses penyidikan terhadap 4 personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Sdr AY sedang berjalan," ujar Aulia, Senin (23/3/2026).
Baca juga: RSCM Ungkap Kondisi Aktivis KontraS Andrie Yunus Kini Telah Stabil
Dia meminta publik menunggu hasil penyidikan yang dilakukan Puspom TNI. Pihaknya berkomitmen melakukan penyidikan kasus ini secara transparan.
Seperti diberitakan, 4 prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Andrie Yunus berasal dari Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Para terduga itu diserahkan langsung Denma BAIS TNI ke Puspom TNI pada Rabu (18/3/2026).
Empat prajurit yang terlibat yaitu Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, serta Serda ES. Mereka berasal dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).
Andrie dilarikan ke RSCM akibat disiram air keras oleh orang tak dikenal yang mengenai wajah dan beberapa bagian tubuhnya. Dia datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat (13/3/2026) dengan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.
Setibanya di IGD, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka.
Dari pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa pasien mengalami luka bakar sekitar 20% pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. Kondisi itu menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea.
(jon)
Lihat Juga :