Kiai Kampung ala Gus Dur: Antara Tradisi dan Modernitas

Jum'at, 20 Maret 2026 - 23:21 WIB
loading...
A A A
Dari Konsep “kiai kampung” juga menunjukkan kritik Gus Dur terhadap elitisme dalam kehidupan keagamaan, ketika menjelaskan pelapisan sosial antara kiai sepuh atau kiai besar dengan kiai kampung. Bagi Gus Dur, kiai kampung sering kali kurang mendapat perhatian meskipun posisinya memberi kontribusi besar dalam pembinaan masyarakat, justru melalui perannya tidak terlalu terlihat.

Kini di tengah arus globalisasi, keberadaan kiai kampung menghadapi tantangan baru sebagai akibat perubahan sosial yang menyertainya. Modernisasi, urbanisasi, dan perkembangan teknologi informasi dapat mengubah pola hubungan antara ulama dan masyarakat.

Namun, jika mampu beradaptasi, kiai kampung justru dapat menjadi aktor penting dalam menjaga keseimbangan antara nilai tradisional dan tuntutan modernitas. Kata Greg Fealy dalam Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952–1967, Kiai Kampung merupakan penjaga identitas budaya sekaligus agen transformasi sosial dalam masyarakat .

Konsep kiai kampung ala Gus Dur menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas tidak selalu berada dalam posisi yang saling bertentangan. Kiai kampung justru menjadi contoh bagaimana nilai-nilai tradisional dapat berfungsi sebagai basis bagi transformasi sosial yang progresif --yaitu pada perubahan positif yang meningkat, inovasi, atau mampu beradaptasi dalam modernisasi.

Konsep kiai kampung ala Gus Dur, menunjukkan bahwa tradisi lokal bukanlah penghambat modernitas, melainkan sumber etis dan kultural bagi transformasi sosial yang progresif tersebut. Dalam kerangka ini, kiai kampung tidak hanya berfungsi sebagai otoritas keagamaan di tingkat akar rumput, tetapi juga sebagai agen kultural yang mampu menerjemahkan nilai-nilai Islam universal ke dalam konteks sosial masyarakat lokal.

Peran dan otoritas tersebut, berkaitan erat dengan gagasan Pribumisasi Islam, yaitu upaya menempatkan ajaran Islam secara dialogis dengan tradisi, budaya, dan realitas sosial Indonesia tanpa kehilangan substansi normatifnya. Melalui tanggung jawab sosialnya, kiai kampung menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus membuka ruang inovasi sosial.

Sehingga Islam tidak tampil sebagai kekuatan yang memaksakan uniformitas budaya, melainkan sebagai nilai moral yang membumi, adaptif terhadap modernisasi, dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat inklusif serta humanis. Disini Gus Dur memang menegaskan bahwa kekuatan Islam Indonesia terletak pada kemampuan “Kiai Kampung” mengintegrasikan tradisi lokal dengan nilai-nilai universal kemanusiaan dan modernitas yang melingkupinya. Bravo Kiai Kampung!
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sidang Lengkap IV Dewan...
Sidang Lengkap IV Dewan Hisbah 2026, Ketum Persis: Fatwa Harus Jadi Solusi Umat
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Kiai NU: Penjaga Tradisi...
Kiai NU: Penjaga Tradisi atau Agen Kultural?
MUI Minta Pelaku Kekerasan...
MUI Minta Pelaku Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Diberi Hukuman Maksimal
Pribumi Islam Gus Dur,...
Pribumi Islam Gus Dur, Realitas Islam Indonesia
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Teliti Suara Habibie dan Foto Gus Dur dengan Ijazah Jokowi
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Rekomendasi
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
Waspadai Heat Stroke,...
Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
Berita Terkini
BGN Larang Dapur MBG...
BGN Larang Dapur MBG Gunakan Elpiji 3 Kg, Minyakita dan Beras SPHP: Melanggar Ditutup Permanen!
Hari Ketiga Ditahan...
Hari Ketiga Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah Dikunjungi Keluarga dan Dikirimi Makanan
BGN Tutup Permanen 833...
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG, Terbanyak di Luar Jawa karena Langgar Standar
BGN Pecat Ratusan Pegawai,...
BGN Pecat Ratusan Pegawai, Sudaryono: Ada yang Terindikasi Judi Online hingga Ngentit Duit
Teuku Riefky Diharapkan...
Teuku Riefky Diharapkan Jadi Figur Pemersatu Jelang Musda Demokrat Aceh
KPK: Febrie Adriansyah...
KPK: Febrie Adriansyah Kenakan Rompi Tahanan saat Registrasi
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved