Kiai Kampung ala Gus Dur: Antara Tradisi dan Modernitas

Jum'at, 20 Maret 2026 - 23:21 WIB
loading...
Kiai Kampung ala Gus...
Amsar A Dulmanan, Dosen Sosiologi Pengetahuan UNUSIA. Foto/Dok.Pribadi
A A A
Amsar A Dulmanan
Dosen Sosiologi Pengetahuan UNUSIA

GAGASAN tentang “kiai kampung” merupakan salah satu konsep sosial-keagamaan yang sering dikemukakan oleh Gus Dur --baca Abdurrahman Wahid-- dalam memahami dinamika Islam Indonesia. Dalam perspektif Gus Dur, kiai kampung merujuk pada ulama yang hidup dan berinteraksi langsung dengan masyarakat akar rumput, berbeda dengan kiai besar atau kiai pesantren besar yang lebih dikenal secara nasional.

Kiai kampung biasanya merupakan alumni pesantren yang memilih kembali ke desa untuk mengajar agama, membina masyarakat, serta menjadi mediator sosial dalam kehidupan sehari-hari umat. Pada realitas kedekatan sosial ini, kiai kampung dianggap berada di “jantung” masyarakatnya, sehingga diasumsikan mampu memahami kebutuhan “riil” masyarakat secara lebih mendalam (Yani, 2023: 2).

Menurut Gus Dur, posisi kiai kampung sangat strategis karena bukan hanya pemimpin spiritual, tetapi juga agen sosial yang menjaga keseimbangan agama, budaya, dan kehidupan masyarakatnya. Di berbagai daerah, kiai kampung memimpin ritual keagamaan, memberikan nasihat moral, dan berperan dalam penyelesaian konflik sosial di tingkat lokal.

Kiai Kampung hadir dalam berbagai kegiatan sosial seperti pengajian, tradisi keagamaan, hingga ritual budaya yang telah mengakar dalam masyarakat, sebagai representasi dari Islam yang hidup dalam budaya lokal. Tradisi yang dijaga oleh kiai kampung merupakan bagian dari karakter Islam Nusantara yang inklusif dan kultural.

Dalam praktiknya, mereka tidak hanya mengajarkan doktrin agama secara tekstual, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan tradisi masyarakat --misal selametan, tahlilan, ziarah, dan perayaan keagamaan lainnyal.

Bagi Gus Dur, integrasi antara agama dan budaya lokal ini bukanlah penyimpangan, melainkan bentuk adaptasi Islam dengan konteks sosial masyarakat Indonesia, bahwa tradisi tidak selalu bertentangan dengan modernitas, melainkan dapat menjadi basis bagi perkembangan masyarakat yang harmonis (Wahid, 2007: 112).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Kiai NU: Penjaga Tradisi...
Kiai NU: Penjaga Tradisi atau Agen Kultural?
MUI Minta Pelaku Kekerasan...
MUI Minta Pelaku Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Diberi Hukuman Maksimal
Pribumi Islam Gus Dur,...
Pribumi Islam Gus Dur, Realitas Islam Indonesia
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Teliti Suara Habibie dan Foto Gus Dur dengan Ijazah Jokowi
Cerita Yenny Wahid tentang...
Cerita Yenny Wahid tentang Perannya saat Gus Dur Menjabat Presiden
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Pengacara Santriwati...
Pengacara Santriwati Korban Pencabulan di Pati Tolak Disogok Rp400 Juta untuk Cabut Laporan
Rekomendasi
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps. 8 Senin: Mila Mantap Cerai, Pak Efendi Tulis Surat Wasiat
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Berita Terkini
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Refly Harun Desak PN...
Refly Harun Desak PN Jakarta Timur Bolehkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved