Kekerasan dan Bayang Impunitas

Jum'at, 20 Maret 2026 - 07:51 WIB
loading...
Kekerasan dan Bayang...
Muhammad Makmun Rasyid, Founder The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR). Foto: Ist
A A A
Muhammad Makmun Rasyid
Founder The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR)

AKTOR intelektual dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, menjadi titik krusial yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, Presiden menegaskan satu prinsip yang menjadi fondasi negara hukum: tidak ada impunitas.

Penegasan tersebut hadir bukan dalam ruang hampa. Peristiwa yang terjadi pada 19 Maret 2026 itu memicu perhatian luas karena tidak hanya menyangkut kekerasan terhadap individu, tetapi juga menyentuh dimensi yang lebih dalam, yakni keamanan warga negara dan keberanian publik dalam menyampaikan pendapat. Ketika seorang aktivis menjadi korban, dampaknya melampaui dirinya sebagai individu; ia merambat ke ruang sipil secara keseluruhan.

Perkembangan terbaru, termasuk pengungkapan adanya individu dari unsur aparat keamanan yang diduga terlibat dan tengah diproses oleh pihak berwenang, memperjelas bahwa kasus ini melibatkan oknum dari lingkungan tersebut. Dalam kerangka itu, fokus penegakan hukum tidak boleh berhenti pada siapa yang melakukan, tetapi harus bergerak lebih jauh pada siapa yang memerintahkan. Di sinilah letak urgensi untuk mengungkap aktor intelektual.

Mengungkap dalang bukan sekadar memperluas daftar pelaku, melainkan memastikan bahwa hukum bekerja secara utuh. Tanpa itu, penegakan hukum berisiko menyelesaikan gejala tanpa menyentuh sumber persoalan.

Jejak Tersembunyi

Dalam kajian kriminologi, kejahatan yang melibatkan lebih dari satu pelaku hampir selalu memiliki struktur. Tidak semua individu dalam struktur tersebut memiliki peran yang sama. Sebagian menjalankan, sebagian mengarahkan, dan sebagian lainnya merancang.

Aktor intelektual biasanya berada pada lapisan yang tidak terlihat secara langsung. Ia tidak hadir di lokasi kejadian, tetapi jejaknya dapat ditelusuri melalui relasi, komunikasi, dan pola interaksi antar pelaku. Pendekatan seperti social network theory membantu memahami bahwa kejahatan bekerja sebagai jaringan, dengan simpul-simpul tertentu yang memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan yang lain.

Dalam jaringan tersebut, aktor intelektual sering menempati posisi strategis sebagai penghubung atau pusat kendali. Ia tidak harus paling terlihat, tetapi paling menentukan. Karena itu, mengungkapnya membutuhkan lebih dari sekadar pengakuan pelaku lapangan; diperlukan pembacaan menyeluruh atas hubungan, aliran informasi, dan pola koordinasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Rekomendasi
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved