Kecam Serangan AS-Israel, Kedubes Iran Ungkap Rekam Jejak Agresi selama 7 Dekade

Senin, 02 Maret 2026 - 07:37 WIB
loading...
Kecam Serangan AS-Israel,...
Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menargetkan lokasi sipil dan mengakibatkan wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid A
A A A
JAKARTA - Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menargetkan lokasi sipil dan mengakibatkan wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

“Dengan sangat disesalkan, dalam serangan biadab tersebut, Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, mencapai kesyahidan di kantor beliau,” tulis pernyataan dalam Siaran Pers Nomor 2 Kedubes Republik Islam Iran di Jakarta, dikutip Senin (2/3/2026).

Baca juga: MUI Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ali Khamenei, Ajak Lakukan Qunut Nazilah

Pihak Kedubes Iran menegaskan bahwa tindakan agresi yang dilakukan di tengah bulan suci Ramadan merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan nasional.



Dalam pernyataan tersebut, Kedubes Iran juga memaparkan dampak kemanusiaan yang disebut sangat fatal. Rudal Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghancurkan sekolah-sekolah dan permukiman warga.

“Dalam serangan brutal tersebut, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca juga: Kedubes Iran: 200 Anak Perempuan Tewas Dalam Serangan Militer AS dan Israel

Kedubes Iran kemudian memaparkan daftar panjang rekam jejak agresi dan intervensi Amerika Serikat terhadap Iran selama tujuh dekade terakhir untuk menunjukkan pola yang dinilai konsisten.

Berikut rekam jejak agresi Amerika Serikat terhadap Iran dalam tujuh dekade:

- Intervensi, agresi, dan permusuhan Amerika terhadap Iran dimulai dari kudeta 19 Agustus 1953 (28 Mordad 1332) yang menggulingkan pemerintahan Dr. Mohammad Mossadegh, Perdana Menteri Iran saat itu.

- Pemberlakuan sanksi politik dan ekonomi pada hari-hari awal kemenangan Revolusi Islam Iran tahun 1979 dengan tujuan menggagalkan revolusi yang menang atas kahendak rakyat iran tanpa penggunaan senjata apa pun.

- Dukungan menyeluruh terhadap rezim Saddam Hussein dalam perang yang dipaksakan selama delapan tahun Irak melawan Iran (September 1960-Agustus 1988); dalam perang tersebut lebih dari 155.000 orang gugur dalam pertempuran langsung dan lebih dari 16.000 orang gugur akibat serangan rudal dan udara terhadap kota-kota.

- Penembakan pesawat penumpang Airbus di atas Teluk Persia pada Juli 1988 oleh kapal perang USS Vincennes milik Amerika Serikat yang mengakibatkan gugurnya seluruh 291 penumpang termasuk 66 anak-anak.

- Dukungan terhadap organisasi-organisasi teroris termasuk Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) dalam pembunuhan luas terhadap warga sipil, pejabat nolitik dan militer, serta ilmuwan nuklir Iran sejak awal dekade 1980-an hingga kini; Iran dengan 17.000 korban teror merupakan korban terbesar terorisme terbesar.

- Penciptaan terorisme dan ekstremisme dengan tujuan mengoperalkan proyek Islamofobia dan iranofobia di kawasan dan dunia selama dua dekade terakhir.

- Peningkatan sanksi ekonomi terhadap Republik Islam Iran dengan dalih yang tidak berdasar sejak 2010 yang menimbulkan kesulitan ekonomi bagi rakyat Iran.

- Pembunuhan salah satu komandan senior militer Iran atas perintah langsung Presiden Donald Trump pada Januari 2020 di Baghdad.

- Dukungan terhadap serangan rezim Zionis terhadap Konsulat Republik Islam Iran di Damaskus pada April 2024.

- Dukungan terbuka terhadap serangan rezim Zionis ke pusat-pusat militer dan pertahanan Iran pada 26 Oktober 2024.

- Dukungan terhadap serangan rezim Zionis ke Iran pada 13 Juni 2025 serta pembunuhan para komandan militer senior.

- Serangan langsung Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir damai Republik Islam Iran pada 22 Juni 2025.

- Membajak protes damai sipil menjadi kerusuhan penuh kekerasan pada Januari 2026 yang menyebabkan 2.427 orang gugur (termasuk penjaga keamanan dan warga sipil) dari total 3.117 korban jiwa.

- Agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Serangan tersebut menyasar lokasi sipil dan mengakibatkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

Kedubes Iran Apresiasi Dukungan Indonesia


Kedubes Iran juga menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten dari Pemerintah dan rakyat Indonesia. Mereka secara khusus menyambut baik kesiapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk berperan aktif dalam upaya perdamaian.

“Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini,” pungkas pernyataan tersebut.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Rekomendasi
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Berita Terkini
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved