Suku Bunga Tinggi, Stabilitas Terjaga tapi Ekonomi Tertahan

Minggu, 01 Maret 2026 - 12:24 WIB
loading...
A A A
Di sinilah kritik terhadap arah kebijakan Bank Indonesia perlu ditegaskan. Terlihat adanya policy asymmetry, di mana respons terhadap risiko depresiasi nilai tukar jauh lebih cepat dan tegas dibandingkan respons terhadap perlambatan ekonomi riil. Setiap tekanan pada rupiah segera dihadapi dengan pengetatan, sementara sinyal pelemahan investasi, kredit, dan lapangan kerja cenderung ditoleransi lebih lama.

Bias ini dapat dipahami sebagai warisan krisis masa lalu. Banyak negara berkembang memiliki fear of floating, yakni ketakutan terhadap gejolak nilai tukar. Namun, jika ketakutan ini terus mendikte kebijakan, ia berubah menjadi self-imposed constraint. Ruang kebijakan menyempit bukan karena kondisi objektif, melainkan karena kehati-hatian yang berlebihan.

Akibatnya, kebijakan moneter menjadi reaktif terhadap sentimen global, bukan proaktif terhadap kebutuhan domestik. Ketergantungan berlebihan pada suku bunga juga menciptakan ketidakseimbangan kebijakan. Tidak semua tekanan nilai tukar harus dibayar dengan mahalnya biaya kredit. Instrumen lain tersedia, mulai dari intervensi valas, pengelolaan likuiditas, hingga komunikasi kebijakan yang lebih kuat. Tanpa diversifikasi instrumen, beban stabilisasi ekonomi jatuh hampir sepenuhnya pada ekonomi riil.

Alternatif kebijakan sebenarnya terbuka. Pertama, Bank Indonesia perlu menyeimbangkan penilaian risiko antara stabilitas kurs dan kesehatan ekonomi riil. Perlambatan pertumbuhan dan kredit seharusnya diperlakukan sebagai risiko serius, bukan sekadar efek samping. Kedua, tekanan nilai tukar perlu direspons lebih selektif, tidak selalu melalui suku bunga. Ketiga, komunikasi kebijakan harus lebih jujur soal biaya dan manfaat. Mengakui adanya dilema justru memperkuat legitimasi kebijakan.

Pada akhirnya, kebijakan suku bunga bukan semata persoalan teknis, melainkan pilihan arah pembangunan ekonomi. Stabilitas pasar keuangan memang penting, tetapi bukan tujuan akhir. Bank sentral yang kuat bukan hanya yang mampu menenangkan pasar, melainkan yang memastikan stabilitas tidak dibayar mahal oleh dunia usaha, tenaga kerja, dan rumah tangga. Jika tidak dikoreksi, suku bunga tinggi berisiko aman bagi pasar, tetapi berat bagi ekonomi riil.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Rekomendasi
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved