Dorong Guru Madrasah Kuasai Bahasa Inggris, Menag: Hubungkan Siswa ke Literatur Global
Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:23 WIB
loading...
A
A
A
Dalam arahannya, Nasaruddin Umar memberikan penekanan khusus pada peran vital guru sebagai agen perubahan. Menurut Nasaruddin, di tengah dunia yang semakin tanpa batas, penguasaan bahasa internasional bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan fundamental bagi madrasah untuk tetap relevan.
Lihat video: Aksi Ribuan Guru Madrasah Tuntut Diangkat Jadi PPPK, Prabowo akan Terima Aspirasi
"Guru merupakan jantung dari sistem pendidikan. Jika kualitas jantungnya baik, maka seluruh tubuh—yaitu kemajuan siswa—akan mengikuti. Penguasaan Bahasa Inggris bagi guru madrasah adalah investasi strategis untuk memperluas cakrawala berpikir. Ini adalah kunci untuk menghubungkan siswa kita dengan pusat-pusat riset, inovasi, dan literatur global," ucapnya.
Nasaruddin juga berpesan agar para guru tidak berhenti belajar setelah program ini usai. Nasaruddin berharap kolaborasi dengan Pemerintah Inggris dan British Council ini tidak bersifat seremonial belaka, melainkan terus tumbuh dan memberikan manfaat timbal balik yang berkelanjutan bagi kedua bangsa.
"Antusiasme yang Anda tunjukkan hari ini akan membentuk wajah masa depan pendidikan Indonesia yang unggul dan kompetitif di masa depan," katanya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Amien Suyitno menjelaskan program pelatihan intensif ini berlangsung selama delapan minggu, terhitung sejak 1 Desember 2025 hingga 8 Februari 2026.
Sebanyak 720 guru Bahasa Inggris pilihan dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) dari seluruh pelosok Nusantara telah berpartisipasi aktif.
Lihat video: Aksi Ribuan Guru Madrasah Tuntut Diangkat Jadi PPPK, Prabowo akan Terima Aspirasi
"Guru merupakan jantung dari sistem pendidikan. Jika kualitas jantungnya baik, maka seluruh tubuh—yaitu kemajuan siswa—akan mengikuti. Penguasaan Bahasa Inggris bagi guru madrasah adalah investasi strategis untuk memperluas cakrawala berpikir. Ini adalah kunci untuk menghubungkan siswa kita dengan pusat-pusat riset, inovasi, dan literatur global," ucapnya.
Nasaruddin juga berpesan agar para guru tidak berhenti belajar setelah program ini usai. Nasaruddin berharap kolaborasi dengan Pemerintah Inggris dan British Council ini tidak bersifat seremonial belaka, melainkan terus tumbuh dan memberikan manfaat timbal balik yang berkelanjutan bagi kedua bangsa.
"Antusiasme yang Anda tunjukkan hari ini akan membentuk wajah masa depan pendidikan Indonesia yang unggul dan kompetitif di masa depan," katanya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Amien Suyitno menjelaskan program pelatihan intensif ini berlangsung selama delapan minggu, terhitung sejak 1 Desember 2025 hingga 8 Februari 2026.
Sebanyak 720 guru Bahasa Inggris pilihan dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) dari seluruh pelosok Nusantara telah berpartisipasi aktif.
Lihat Juga :